Pedagang Minyakita Ngeluh ke Bos Bulog Lantaran Kekurangan Stok

CNN Indonesia
Selasa, 14 Apr 2026 12:40 WIB
Pedagang memastikan harga Minyakita saat ini stabil, tetapi ia mengeluhkan pasokannya kurang sejak Lebaran. Biasanya 400 kardus, kini hanya sekitar 100 kardus.
Pedagang memastikan harga Minyakita saat ini stabil, tetapi ia mengeluhkan pasokannya kurang sejak Lebaran. Biasanya 400 kardus, kini hanya sekitar 100 kardus. (FOTO:CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pedagang minyak goreng Minyakita di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengeluhkan kekurangan stok kepada Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat peninjauan harga pangan. Mereka meminta pasokan ditambah karena permintaan tinggi.

Ketika meninjau sejumlah harga pangan di Pasar Minggu pada Selasa (14/3), Rizal sempat berdialog bersama seorang pedagang bernama Ratno.

Ratno menjual Minyakita seharga Rp15.700 untuk kemasan seliter dan Rp31.400 untuk kemasan dua liter. Rizal meminta Ratno tidak menggenapkan harga jual menjadi Rp16 ribu per liter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar permintaan Rizal, Ratno mengaku sudah menyiapkan uang koin untuk kebutuhan kembalian pembelian Minyakita.

"Saya sudah siapin koinnya, recehnya. Pokoknya sudah siap 100 perak, 200 perak juga ada," kata Ratno.

Dengan harga Rp15.700 per liter yang dijual, harga Minyakita berarti dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

[Gambas:Youtube]

Ratno memastikan harga Minyakita saat ini stabil, tetapi ia mengeluhkan pasokannya yang kurang. Ia mengaku pasokan yang diterima berkurang sejak Lebaran. Biasanya ia memperoleh 400 kardus, kini hanya sekitar 100 kardus.

Kondisi itu membuatnya harus membatasi penjualan karena tingginya minat masyarakat. Jika tidak ditahan, stok Minyakita disebut cepat habis.

Menanggapi hal tersebut, Rizal mengakui tambahan stok Minyakita di lapangan memang dibutuhkan. Ia menyebut lonjakan permintaan terjadi karena konsumen minyak goreng curah beralih ke Minyakita.

Menurut dia, Minyakita kini banyak diburu akibat kenaikan harga minyak goreng curah. Ia menyebut harga minyak goreng curah meningkat karena biaya kemasan plastik tengah mengalami naik.

"Jadi para konsumen minyak curah beralih ke Minyakita karena kenaikan harga plastik kemasan dan lain sebagainya. Maka kebutuhan Minyakita semakin besar," ujar Rizal.

Perkataan Rizal senada dengan yang diutarakan oleh pedagang bernama Rudi. Harga minyak goreng curah naik karena harga plastik yang naik.

Seperti Ratno, ia meminta agar pasokan Minyakita dinaikkan karena cepat sekali laku.

Rizal mengatakan Bulog tengah mengajukan peningkatan porsi penyaluran Minyakita ke Kementerian Perdagangan dari 35 persen menjadi 65 persen.

Tambahan pasokan tersebut rencananya difokuskan ke pasar-pasar yang terdata dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan.

Saat ini, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, minimal 30-35 persen penyaluran Minyakita dilakukan melalui BUMN Pangan.

Dari 35 persen itu, BUMN pangan yang diminta adalah Perum Bulog yang memiliki porsi penyaluran 70 persen. Lalu, 20 persennya ke ID Food dan 10 persenya ke Agrinas Palma.

Kemudian, terkait dengan kenapa pasokan Minyakita yang biasanya 400 dus menjadi 100 dus, Rizal menjelaskan berkurangnya pasokan sebelumnya karena Bulog memprioritaskan distribusi bantuan pangan selama Ramadan dan Idulfitri. Setelah periode tersebut selesai, distribusi ke pasar akan kembali ditingkatkan.

"Nah sekarang sudah selesai Ramadan Idulfitri, kita dorong lagi untuk ke pasar SP2KP," ujar Rizal.

Selain Pasar Minggu, Rizal juga meninjau Pasar Grogol, Jakarta Barat, yang termasuk dalam pemantauan SP2KP Kementerian Perdagangan.

Kondisinya sedikit berbeda dengan di Pasar Minggu. Harga Minyakita di Pasar Grogol sama-sama terpantau stabil, tetapi stoknya lebih mencukupi dengan pasokan yang tetap terjaga.

Dari sejumlah pedagang yang ditemui, Minyakita dijual seharga Rp 15.700 per liter dan Rp 31.400 untuk kemasan dua liter.

Ketersediaan stok yang mencukupi terlihat dari tumpukan kardus Minyakita di sejumlah lapak pedagang yang dikunjungi Rizal. Bahkan, sempat terlihat seorang pedagang makanan membeli satu kardus Minyakita dan langsung dilayani.

(dhz/ins) Add as a preferred
source on Google