Bahlil Ratas dengan Prabowo di Istana, Bahas Beli BBM dari Rusia?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merapat ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat untuk melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ditanya akan membahas apa, Bahlil menyampaikan akan melakukan pembahasan terlebih dahulu dengan Prabowo. Selain itu, ia juga akan memberikan penjelasan lebih lanjut usai pertemuan terkait apakah kedatangannya membahas terkait hasil negosiasi dengan Rusia soal pasokan bahan bakar minyak (BBM).
"Saya rapat dulu ya. Nanti balik akan saya laporkan ya," tegas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4) dikutip Detikfinance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil sebelumnya menyatakan komitmen mengawal diplomasi energi Indonesia guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional saat mendampingi Prabowo dalam kunjungan kerja ke Rusia.
Diplomasi Menteri ESDM bukan sekadar agenda bilateral biasa, melainkan diarahkan untuk memastikan stabilitas pasokan energi domestik.
Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari potensi kerja sama pasokan minyak mentah, investasi di sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak.
Guna memperdalam pembahasan teknis, Menteri ESDM melakukan tatap muka langsung bersama Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada hari Rabu (14/4).
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.
Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan BBM dan LPG.
Bahlil mengatakan Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia melalui suplai migas, pengembangan storage, hingga kelistrikan, termasuk PLTN.
"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin," ujar Bahlil dalam keterangan resmi tertulis, Selasa (14/4).
"Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," tambahnya.
Bahlil menegaskan kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah (government to government atau G2G) maupun business-to-business (B2B), yang diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.
Selain itu Bahlil menyampaikan Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.
"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," ucap Bahlil.
(fln/sfr) Add
as a preferred source on Google