Rupiah Ambruk ke Rp17.188 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.188 per dolar AS pada Jumat (17/4) sore. Mata uang Garuda melemah 50 poin atau 0,29 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp17.189 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona merah. Yen Jepang melemah 0,01 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen, yuan China melemah 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,10 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,05 persen.
Dolar Singapura menguat 0,07 persen dan dolar Hong Kong terpantau melemah 0,08 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,17 persen.
Dolar Australia menguat 0,24 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,23 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah kembali tertekan hingga ke level terendah sepanjang sejarah.
"Rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor terlemah sejarah. Sentimen negatif domestik masih menjadi pemicu utama perlemahan rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Lukman, kendati indeks dolar AS sedikit rebound, angkanya masih tidak jauh dari level terendah dalam 6 pekan terakhir.
(ldy/sfr)