Harga Minyak Rontok 1 Persen Didorong Harapan Damai AS-Iran Pekan Ini

CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 09:41 WIB
Harga minyak dunia turun pada Selasa (21/4) di tengah ekspektasi pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran akan berlangsung pekan ini.
Harga minyak dunia turun pada Selasa (21/4) di tengah ekspektasi pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran akan berlangsung pekan ini. Ilustrasi. (Foto: Joko Sulistyo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia turun pada Selasa (21/4) di tengah ekspektasi pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran akan berlangsung pekan ini.

Investor kini berfokus pada kemungkinan pembicaraan pekan ini yang dapat menghasilkan perpanjangan gencatan senjata atau kesepakatan lebih luas.

Namun, risiko konflik lanjutan dan gangguan pasokan minyak masih membayangi harga minyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minyak mentah berjangka Brent turun 95 sen atau 1 persen menjadi US$94,53 per barel pada pukul 00.03 GMT atau 07.03 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei turun US$1,54 atau 1,72 persen menjadi US$88,07 per barel.

Pada hari sebelumnya, harga minyak sempat melonjak setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz. Brent naik 5,6 persen dan WTI naik 6,9 persen.

"Kami terus condong pada penandatanganan MOU atau perpanjangan gencatan senjata minggu ini, yang berpotensi berkembang menjadi perjanjian yang lebih luas," kata analis di Citi dikutip Reuters.

"Meskipun demikian, kami tetap bersiap untuk beralih ke skenario gangguan yang lebih berkepanjangan jika negosiasi gagal minggu ini," ujar analis tersebut.

Citi memperkirakan jika penutupan Selat Hormuz berlanjut hingga satu bulan lagi, total gangguan pasokan dapat mencapai sekitar 1,3 miliar barel. Harga minyak berpotensi mendekati US$110 per barel pada kuartal II 2026.

Kenaikan harga akibat penutupan selat tersebut juga mulai menekan permintaan. Analis Societe Generale menyebut permintaan minyak telah turun sekitar 3 persen sejauh ini.

Risiko penurunan permintaan dinilai dapat semakin besar jika normalisasi pasokan tertunda. Societe Generale memperkirakan pemulihan penuh pasokan baru terjadi pada akhir 2026.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran masih mempertimbangkan ikut serta dalam pembicaraan damai di Pakistan setelah upaya Islamabad untuk mengakhiri blokade AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Blokade tersebut menjadi hambatan bagi Iran untuk kembali dalam proses perdamaian. Sementara itu, gencatan senjata dua pekan yang berlaku saat ini dijadwalkan berakhir pekan ini.

Ia menekankan belum ada keputusan final untuk menghadiri pembicaraan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga menyebut pelanggaran gencatan senjata oleh AS menjadi hambatan negosiasi.

Ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan Teheran tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta) Add as a preferred
source on Google