Menaker AS Mundur di Tengah Investigasi Setumpuk Pelanggaran

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 16:50 WIB
Menaker AS Lori Chavez-DeRemer mengundurkan diri dari pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah penyelidikan internal terkait dugaan pelanggaran perilaku.
Menaker AS Lori Chavez-DeRemer mengundurkan diri dari pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah penyelidikan internal terkait dugaan pelanggaran perilaku. (AFP/MANDEL NGAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Amerika Serikat (AS) Lori Chavez-DeRemer mengundurkan diri dari pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah penyelidikan internal terkait dugaan pelanggaran perilaku. Ia disebut akan beralih ke sektor swasta.

Gedung Putih mengonfirmasi kabar tersebut melalui Direktur Komunikasi Steven Cheung.

"Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer akan meninggalkan pemerintahan untuk mengambil posisi di sektor swasta," ujar Cheung, melansir CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cheung menambahkan posisi menteri tenaga kerja untuk sementara akan diisi oleh Keith Sonderling sebagai pejabat pelaksana tugas (acting secretary).

Dalam pernyataan terpisah, Chavez-DeRemer menyebut masa jabatannya sebagai sebuah kehormatan.

"Saya bangga karena kami telah membuat kemajuan signifikan dalam menjalankan misi Presiden Trump untuk menjembatani dunia usaha dan tenaga kerja, serta selalu mengutamakan pekerja Amerika," ujarnya.

Namun, masa jabatannya yang relatif singkat diwarnai berbagai kontroversi. Ia tengah diselidiki oleh Inspektur Jenderal Departemen Tenaga Kerja terkait sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk hubungan pribadi yang tidak pantas dengan anggota tim pengamanan serta penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, laporan juga menyebut adanya dugaan penggunaan perjalanan dinas untuk kepentingan pribadi, termasuk menghadiri acara hiburan dan menemui keluarga. Dalam proses investigasi, sejumlah pesan pribadi antara Chavez-DeRemer, staf, dan anggota keluarganya turut diperiksa.

Kuasa hukumnya, Nick Oberheiden, sebelumnya membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar. Chavez-DeRemer juga sempat menanggapi tuduhan itu sebagai upaya pihak tertentu untuk melemahkan agenda pemerintahan.

Dua pejabat tinggi di kementeriannya sebelumnya juga telah dicopot pada Maret lalu akibat kasus dugaan pelanggaran serupa. Di sisi lain, kasus terpisah yang melibatkan suaminya terkait dugaan kekerasan seksual disebut telah ditutup tanpa proses pidana lanjutan.

Chavez-DeRemer dilantik sebagai menaker pada Maret 2025. Selama menjabat, ia terlibat dalam berbagai kebijakan deregulasi besar, termasuk rencana penghapusan puluhan aturan ketenagakerjaan yang dinilai sudah usang.

Di bawah kepemimpinannya, Departemen Tenaga Kerja juga mengalami pengurangan besar-besaran jumlah pegawai.

Data pemerintah menunjukkan jumlah tenaga kerja di lembaga tersebut menyusut hampir 25 persen dalam beberapa bulan terakhir, seiring kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintahan Trump.

Kebijakan tersebut sempat menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk ekonom dan akademisi, yang menilai pengurangan sumber daya berpotensi mengganggu kualitas data ketenagakerjaan nasional.

Pengunduran diri Chavez-DeRemer menambah daftar pejabat tinggi yang keluar dari kabinet Trump dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Presiden Trump juga mencopot Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi.

[Gambas:Youtube]

(skt/sfr) Add as a preferred
source on Google