Menko Airlangga Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen Kuartal I 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa mencapai 5,5 persen. Penopang utamanya adalah momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Menurutnya, pemberian paket stimulus lebaran 2026 sebesar Rp809 triliun, melalui diskon tarif tol, bantuan pangan hingga tunjangan hari raya (THR) ikut menopang perekonomian kuartal I.
"Kami memprediksi bahwa pertumbuhan kuartal pertama secara fundamental relatif baik dan angkanya lebih besar atau dengan 5,5 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kementerian Investasi, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian kuartal I tersebut dinilai akan terus berlanjut hingga kuartal II meski di tengah banyak tekanan dari global. Ia berjanji pemerintah akan mencari cara untuk bisa tetap menumbuhkan perekonomian dalam negeri.
Salah satu yang akan diberikan untuk menopang perekonomian kuartal II tahun ini adalah gaji ke-13 untuk seluruh ASN, TNI/Polri dan pensiunannya.
"Kuartal II tentu kita mencari berbagai hal yang bisa menopang pertumbuhan kembali antara lain pembayaran gaji ke 13 di Juni dan program social safety net tetap berjalan. Kita melihat salah satu utama yang bisa mendongkrak sektornya menteri investasi, atau investasi," jelasnya.
Perbaikan perekonomian yang terus berjalan dinilai tercermin dari keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75 persen. Begitu juga dengan PMI Manufaktur yang tetap di atas level 50 serta neraca dagang yang tercatat surplus 70 bulan berturut-turut.
"Ini menunjukkan resiliensi Indonesia dengan cadangan devisa memadai di US$148,2 miliar. Defisit APBN terjaga di 0,93 persen dari PDB, jadi disiplin fiskal dijaga di tengah ekspansi yang terukur," terangnya.
Selain itu, dampak positif lainnya yang menandakan perekonomian negara tetap kuat adalah hasil riset lembaga JP Morgan baru saja merilis data bahwa Indonesia menjadi negara nomor dua yang paling tahan terhadap krisis energi.
"Artinya Indonesia adalah negara kedua di bawah Afrika Selatan yang punya resiliensi terhadap goncangan energi, salah satu Indonesia punya domestik energi yang sudah direncanakan dalam kebijakan energi terutama akibat domestik energi gas, batu bara hydro dan yang lain," pungkasnya.
as a preferred source on Google