Bulog Siapkan Opsi Pakai Kemasan Lama, Antisipasi Harga Plastik Naik

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 19:30 WIB
Bulog siapkan opsi penggunaan kemasan lama untuk distribusi beras bantuan pangan dan program SPHP, sebagai antisipasi fluktuasi harga bahan baku plastik. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Karawang, CNN Indonesia --

Perum Bulog menyiapkan opsi penggunaan kemasan lama untuk distribusi beras bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sebagai langkah antisipasi terhadap fluktuasi harga bahan baku plastik.

Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto mengatakan kebijakan ini diambil di tengah dinamika harga biji plastik yang sempat meningkat, meski kini mulai menunjukkan tren penurunan.

"Dengan dinamika harga biji plastik yang sempat naik tinggi, sekarang sudah mulai agak turun. Tapi walaupun enggak serendah sebelum perang, trennya sudah agak turun. Kita masih bisa berproses untuk mengakses tender untuk pengadaan kemasan," ujar Prihasto di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan Bulog tetap melanjutkan proses pengadaan kemasan baru, baik untuk bantuan pangan maupun SPHP. Targetnya, seluruh kebutuhan kemasan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

"Insyaallah kemasan ini di Mei ini kita bisa menyelesaikan semuanya untuk kemasan yang dibutuhkan," katanya.

Sambil menunggu proses tersebut, Bulog memanfaatkan stok kemasan lama yang masih tersedia dalam jumlah besar, sesuai arahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Sesuai perintah dari Badan Pangan Nasional, kita boleh menggunakan kemasan sisa-sisa yang lama. Sisa kemasan yang lama itu tinggal kita labelin saja. Yang penting segera ini digunakan untuk distribusi ke masyarakat," ujar Prihasto.

Ia menyebut stok kemasan lama yang belum terpakai masih mencapai jutaan lembar.

Prihasto juga menyoroti potensi kesalahpahaman di masyarakat akibat penggunaan kemasan lama, terutama terkait tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.

"Di kemasan lama itu kadang tertulis expired date tahun 2024. Jadi bukan berasnya yang expired, ini cuma kemasannya saja pakai kemasan lama. Berasnya beras baru," katanya.

Untuk menghindari kebingungan, Bulog akan menambahkan label atau stiker penjelas pada kemasan sebelum didistribusikan. Ia menegaskan langkah ini diambil agar distribusi beras tidak terhambat oleh keterbatasan kemasan. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh program distribusi Bulog.

"Yang penting sekarang jangan sampai terhambat oleh ketersediaan kemasan. Pakai saja kemasan yang ada, sisa-sisa yang dulu-dulu," ujar Prihasto.

Bulog memastikan kualitas beras tetap terjaga karena yang digunakan adalah beras baru sementara kemasan lama hanya menjadi solusi sementara di tengah kondisi pasokan bahan kemasan.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK