Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi pada kuartal I 2026 didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) dengan porsi 50,01 persen atau Rp250 triliun. Adapun penyumbang investasi asing terbanyak ke RI berasal dari Singapura.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, investasi dari Negeri Singa tersebut yang masuk ke dalam negeri hingga Maret 2026 sebesar US$4,6 miliar atau setara Rp75,9 triliun (asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS).
Posisi kedua disusul oleh Hong Kong dengan investasi sebesar US$2,7 miliar atau setara Rp44,55 triliun. Urutan ketiga, investasi datang dari China sebesar US$2,2 miliar atau Rp36,3 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, investasi terbesar keempat masuk dari Amerika Serikat (AS) senilai US$1,3 miliar atau Rp21,45 triliun. Negara kelima penyumbang modal asing Indonesia adalah Jepang, dengan kontribusi US$1 miliar atau Rp16,5 triliun.
Investasi asing yang masuk paling banyak ke sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai US$3,7 miliar atau 24,5 persen dari total dana yang masuk.
Kemudian ke sektor pertambangan senilai US$1,1 miliar, lalu ke sektor perumahan, kawasan industri hingga perkantoran senilai US$900 juta.
Berdasarkan lokasi tujuannya, PMA paling besar masuk ke Jawa Barat US$3,1 miliar, Jakarta US$1,9 miliar, dan Sulawesi Tengah US$1,8 miliar.
Selanjutnya ke Maluku Utara sebesar US$1,3 miliar dan ke Kepulauan Riau sebesar US$900 juta.
Secara rinci, total realisasi investasi sepanjang kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun. Angka ini naik 7,2 persen (yoy) dan 0,4 persen (qtq).
Realisasi ini berhasil mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang atau tumbuh 18,9 persen (yoy).