BNI Pulihkan 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, 5.000 Warga Terbantu

BNI | CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 20:50 WIB
PT BNI merehabilitasi 50 hektare lahan kritis mangrove di Banyuwangi, mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Foto: Arsip BNI
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) merehabilitasi lahan kritis melalui program regenerasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam mempertegas komitmen terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.

Bertepatan dengan momentum Hari Bumi pada 22 April, program ini berhasil merehabilitasi 50 hektare lahan kritis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 5.000 masyarakat pesisir.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kawasan Teluk Pangpang merupakan wilayah pesisir dengan fungsi ekologis penting yang sebelumnya mengalami degradasi akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi nyata BNI di kawasan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (23/4).

Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi tersebut dilakukan dengan pendekatan kolaboratif. BNI menggandeng masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.

Kegiatan meliputi penanaman mangrove di area terdampak, pemeliharaan selama tiga tahun, hingga pengembangan kawasan berbasis masyarakat.

Hasilnya, kawasan mangrove yang direhabilitasi kini berfungsi kembali sebagai benteng alami pesisir yang mampu mengurangi risiko abrasi dan banjir rob, khususnya bagi masyarakat di Dusun Tegalpare.
Selain manfaat ekologis, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata, budidaya kepiting soka, pembibitan mangrove, serta produk turunan lainnya.

Dari sisi dampak ekonomi, BNI mencatat bahwa program ini memberikan nilai tambah signifikan. Berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI), setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sebesar Rp3,35 hingga akhir 2025. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp7,23 pada periode 2026-2027 seiring dengan semakin matangnya ekosistem mangrove.

"Capaian ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan yang dirancang secara tepat mampu memberikan dampak multiplikasi yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Okki.

BNI menilai, investasi di sektor lingkungan tidak hanya berdampak pada pelestarian ekosistem, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, perseroan akan memperluas inisiatif serupa dengan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan guna meningkatkan skala dan dampak program.

Melalui program ini, BNI menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(inh) Add as a preferred
source on Google