Harga Minyak Mendidih ke US$107 Buntut Mandeknya Perundingan AS-Iran
Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Senin (27/4), didorong oleh mandeknya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Lonjakan harga minyak juga didorong terbatasnya pengiriman melalui Selat Hormuz yang menjaga pasokan global tetap ketat.
Mengutip Reuters, harga minyak kontrak berjangka Brent tercatat naik $2,16 atau 2,05 persen menjadi $107,49 per barel, level tertinggi sejak 7 April. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di $96,17 per barel, naik $1,77 atau 1,88 persen.
Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan tajam pekan lalu, di mana Brent dan WTI masing-masing melonjak hampir 17 persen dan 13 persen, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak awal konflik.
Harapan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian memudar setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tetap tiba di Pakistan.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyatakan langkah tersebut membuat tekanan kini berada di pihak Teheran. Ia menambahkan Iran berpotensi terpaksa menghentikan produksi di ladang minyak tuanya jika kapasitas penyimpanan penuh.
Ketegangan geopolitik turut berdampak pada jalur distribusi energi global. Iran dilaporkan sebagian besar menutup Selat Hormuz, sementara Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Data pengiriman dari Kpler menunjukkan lalu lintas melalui Selat Hormuz tetap terbatas, dengan hanya satu kapal tanker produk minyak yang memasuki Teluk pada Minggu.
Di tengah kondisi ini, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak untuk kuartal keempat menjadi $90 per barel untuk Brent dan $83 untuk WTI, dengan alasan berkurangnya produksi dari kawasan Timur Tengah.
Analis Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven menyebut risiko ekonomi lebih besar dari perkiraan dasar, mengingat potensi kenaikan harga minyak, tingginya harga produk olahan, risiko kekurangan pasokan, serta besarnya skala guncangan yang terjadi.