Tanggapan Bos KAI soal Usul Gerbong KRL Khusus Wanita Pindah ke Tengah

CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 11:24 WIB
Usulan pemindahan posisi gerbong khusus wanita disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin buka suara merespons usulan gerbong khusus wanita di pindahkan ke tengah rangkaian KRL.

Usulan pemindahan posisi gerbong khusus wanita disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Bobby menegaskan keselamatan penumpang tidak dibedakan berdasarkan gender. KAI menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama bagi seluruh pengguna jasa, baik bagi penumpang wanita maupun laki-laki. Menurutnya, tidak ada toleransi maupun kompromi dalam aspek keselamatan.

"Kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik pelanggan perempuan maupun laki-laki," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4).

Ia menjelaskan pemisahan ruang atau gerbong wanita selama ini dilakukan atas berbagai pertimbangan seperti peningkatan kemudahan akses bagi penumpang perempuan. Kebijakan ini juga bertujuan mencegah potensi pelecehan.

Selain untuk mencegah pelecehan, kebijakan itu juga memberikan keamanan karena lokasinya dekat dengan petugas.

"Selama ini kami melakukan pemisahan karena beberapa aspek. Pertama, supaya tidak terjadi harassment. Kedua, memberikan kemudahan akses untuk perempuan. Ketiga, memberikan security yang lebih karena lebih dekat dengan penjaga yang ada di situ, maka dari ujung ke ujung," jelasnya.

Usulan pemindahan posisi gerbong khusus wanita disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi menyusul tingginya jumlah penumpang wanita yang menjadi korban tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin lalu (27/4).

Arifah menyebutkan akan mendorong pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan kajian ulang mengenai tata letak penumpang.

"Tadi, kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4).

"Jadi yang laki-laki di ujung, depan-belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah. Tadi sementara itu," sambungnya.

Ia sempat terkejut mendapati penumpang laki-laki turut menjadi korban luka. Setelah didalami, korban laki-laki ini berada di area gerbong campuran dan di dalam rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang menabrak.

"Saya kaget kok korbannya ada yang laki-laki, oh ternyata mereka ada di gerbong tiga dan ada yang dari Argo Bromo Anggrek gitu," ujar Arifah.

(dhz/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK