Prabowo Tegaskan Setop Jual Bahan Mentah, 40 Proyek Besar Dipacu 2026

CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 05:46 WIB
Prabowo menargetkan 30 hingga 40 proyek hilirisasi berskala besar mulai berjalan sepanjang tahun ini untuk memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.
Prabowo menargetkan 30 hingga 40 proyek hilirisasi berskala besar mulai berjalan sepanjang tahun ini untuk memperkuat industri pengolahan di dalam negeri. (FOTO:Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak ingin Indonesia hanya terus menjual bahan baku mentah ke luar negeri.

Ia kemudian menargetkan 30 hingga 40 proyek hilirisasi berskala besar mulai berjalan sepanjang tahun ini untuk memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.

"Sudah 26 titik (proyek hilirisasi) ya, dan kita mungkin tambah lagi enam titik tahun ini. Mungkin kita mulai 30-40 proyek besar," ujar Prabowo dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan seluruh proyek tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk mengubah pola ekonomi nasional agar tidak lagi bergantung pada ekspor komoditas mentah.

"Apapun terjadi kita hanya mau kerja untuk rakyat," katanya.

Prabowo menilai Indonesia harus keluar dari pola lama yang hanya menjual hasil tambang dan hasil bumi tanpa pengolahan lanjutan. Menurut dia, penguatan hilirisasi menjadi jalan agar nilai tambah industri, lapangan kerja, dan keuntungan ekonomi bisa tinggal di dalam negeri.

[Gambas:Youtube]

Selain memperluas proyek hilirisasi, Prabowo menyebut pemerintah masih menyiapkan tambahan peluncuran sejumlah program ekonomi lain dalam waktu dekat.

"Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi (Desa) Merah Putih, kemungkinan dua-tiga minggu lagi," katanya.

Ia melanjutkan, setelah itu pemerintah menargetkan lebih dari 25 ribu Kopdes fisik kembali diresmikan dalam dua sampai tiga bulan berikutnya.

"Sesudah itu dua-tiga bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25 ribu Koperasi (Desa). Koperasi bukan di atas kertas, koperasi fisik, ada gudang, ada pendingin, ada gerai-gerai, ada kendaraan," ucapnya.

Prabowo juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya menjadi salah satu bukti pemerintah sedang membangun rantai ekonomi dari produksi hingga distribusi.

"Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang lima kali seminggu," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo usai meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua senilai total Rp116 triliun yang tersebar di berbagai daerah. Belasan proyek tersebut mencakup sektor energi, mineral, dan perkebunan, sekaligus menjadi lanjutan dari fase pertama yang sebelumnya dimulai pada Februari lalu.

Prabowo meminta seluruh proyek yang disiapkan pemerintah terus dievaluasi dengan pendekatan teknologi, hitungan efisiensi, serta manfaat ekonomi yang paling besar bagi masyarakat.

"Saya perintahkan terus dikaji karena perkembangan teknologi berjalan terus. Saya minta kita objektif dan kita bersifat scientific, kita hitung secara matematik," katanya.

Ia menegaskan proyek yang dijalankan harus benar-benar dipilih berdasarkan skema paling efisien dan paling menguntungkan rakyat.

"Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien, menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan," ujar Prabowo.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan 13 proyek yang baru dimulai tersebut merupakan fase kedua dari program hilirisasi nasional. Pemerintah, kata dia, masih menyiapkan fase ketiga dan tahapan lanjutan sehingga total proyek hilirisasi yang dikembangkan terus bertambah.

Ia menjelaskan lima dari 13 proyek terbaru berada di sektor energi, termasuk pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai yang ditujukan untuk menekan impor BBM, serta pembangunan fasilitas ketahanan pasokan BBM di Maumere, Palaran, dan Biak untuk memperkuat distribusi energi di kawasan timur Indonesia.

(del/ins) Add as a preferred
source on Google