PAM Jaya Kejar Cakupan Air Bersih Jakarta 90 Persen Tahun Ini
PT PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air bersih perpipaan di Jakarta menembus 90 persen pada 2026.
Target itu dipasang meski PAM Jaya mengakui masih ada tantangan besar untuk memperluas sambungan rumah tangga dalam waktu singkat.
"Tahun ini (target cakupan air bersih Jakarta) 90 persen," ujar Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin dalam Special Talkshow CNN Indonesia, Rabu (29/4).
Ia mengatakan hingga saat ini cakupan layanan PAM Jaya sudah mencapai 81,5 persen atau mendekati 82 persen dari total wilayah layanan di Jakarta.
Menurut dia, angka tersebut setara dengan pelayanan kepada sekitar 8,7 juta jiwa dari total sekitar 11 juta penduduk Jakarta.
"Jadi cakupan kita sekarang ini sudah 81,5 persen. Jadi close to 82 persen sebenarnya di year to date di tahun 2026. Sudah melayani 8,7 juta jiwa dari 11 juta jiwa masyarakat Jakarta," ujarnya.
Arief mengakui target tersebut tidak ringan karena dalam tiga tahun terakhir PAM Jaya telah menaikkan cakupan layanan lebih dari 20 persen. Karena itu, ia menyebut percepatan menuju 90 persen pada tahun ini sebagai tantangan besar bagi perusahaan.
"Ini sebenarnya apa yang saya bilang, sebenarnya ini mission impossible. Karena memang selama tiga tahun ke belakang kita tarik increase number kita sampai 20 persen lebih," ujarnya.
Ia menjelaskan semula target cakupan 90 persen dipasang untuk 2027. Namun PAM Jaya memilih mempercepat sambungan secara bertahap agar tidak menumpuk pekerjaan di akhir periode.
"Pak Gubernur (Pramono Anung) menargetkannya di 2027, 90 persen itu. Tapi kita coba, kita enggak mau ini. Kalau dulu jamannya kuliah itu ada SKS ya, Sistem Kebut Semalam. Kita ini nyicil," ujar Arief.
Menurut dia, strategi yang dilakukan saat ini adalah mengejar sambungan-sambungan baru lebih awal agar perluasan jaringan tidak dilakukan tergesa-gesa menjelang tenggat.
Ia menyebut langkah itu membutuhkan upaya ekstra karena masih ada sekitar 18 persen wilayah yang harus dikejar untuk menuju target cakupan penuh 100 persen pada 2029.
"Jadi memang masih tersisa angka yang masih saya bilang signifikan ya, 18 persen menuju ke 2029. Dan tahun ini memang extra effort kita itu mengejar sambungan-sambungan yang memang kita harus kejar," ujarnya.
Arief menambahkan hingga saat ini laju penambahan sambungan dinilai masih berada di jalur target yang telah ditetapkan PAM Jaya. Menurut dia, capaian mendekati 82 persen di awal tahun menjadi indikator percepatan masih berjalan sesuai rencana.