RI Inflasi 2,42 Persen pada April 2026 Imbas Harga Beras hingga Emas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,42 persen pada April 2026 secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada April 2025 sebesar 1,95 persen (yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tingkat inflasi tahunan April 2026 ini didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,06 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,90 persen.
"Komoditas dengan andil terbesar yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan juga telur ayam ras," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi 11,43 persen dengan andil 0,77 persen. Komoditasnya adalah emas perhiasan.
Secara bulanan (month to month/mtm) terjadi inflasi sebesar 0,13 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi Maret 2026 yang sebesar 0,41 persen.
Penyumbang utama inflasi bulanan adalah transportasi dengan inflasi sebesar 0,99 persen. Kelompok transportasi ini memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen serta bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen," kata Ateng.
Komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah minyak goreng sebesar 0,05 persen, tomat 0,03 persen, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen.