Novo Nordisk Hadirkan Terapi Baru Tangani Obesitas di Indonesia
Perusahaan farmasi global Novo Nordisk memperkuat langkah inovasi dalam penanganan obesitas di Indonesia, di tengah meningkatnya prevalensi kondisi tersebut yang kini menjadi salah satu tantangan kesehatan utama nasional.
Data menunjukkan sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas, dengan tren yang terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini tak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga memicu lonjakan penyakit tidak menular seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular, serta membebani sistem ekonomi kesehatan.
World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani obesitas. Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia juga telah memperkuat arah kebijakan melalui Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Obesitas Dewasa 2025, yang menjadi acuan standar penanganan berbasis medis.
Sebagai pemimpin global dalam obesitas dan diabetes, Novo Nordisk mengambil peran terdepan di Indonesia melalui kepemimpinan inovasi, pendekatan berbasis sains, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Novo Nordisk menghadirkan terapi berbasis GLP-1 khusus obesitas pada 2025, menjadi yang pertama di Indonesia.
Terapi ini dirancang untuk membantu penurunan berat badan secara signifikan dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Hal ini mencerminkan kepemimpinan Novo Nordisk dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis bukti ilmiah.
General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan mengatakan obesitas bukan sekadar tentang gaya hidup, melainkan penyakit kronis yang membutuhkan pendekatan medis jangka panjang.
"Sebagai pemimpin di bidang perawatan obesitas, kami di Novo Nordisk berkomitmen untuk menghadirkan inovasi berbasis sains, sekaligus mendukung sistem kesehatan agar mampu memberikan perawatan obesitas yang komprehensif dan berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Sreerekha menambahkan, selain inovasi terapi GLP-1, Novo Nordisk juga memimpin upaya perubahan paradigma terhadap obesitas melalui edukasi berkelanjutan. Kepemimpinan Novo Nordisk juga tercermin melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Novo Nordisk menjalankan inisiatif "Cities for Better Health" guna mendorong gaya hidup sehat di perkotaan. Kolaborasi juga dilakukan dengan UNICEF dalam pencegahan obesitas anak, serta program "Changing Diabetes in Children" bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan RI.
"Novo Nordisk juga menghadirkan platform digital Novocare.id sebagai sumber informasi tepercaya dan sarana untuk menghubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan," tuturnya.
Dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional, Novo Nordisk Indonesia juga menjalin kerja sama manufaktur lokal dengan Bio Farma untuk mendukung proses produksi insulin.
Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses terhadap terapi diabetes sekaligus memperkuat ketahanan perawatan kesehatan nasional dalam menghadapi beban penyakit kronis yang terus meningkat.
Selama lebih dari 20 tahun hadir di Indonesia, Novo Nordisk terus berkomitmen dalam pengembangan ekosistem kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Melalui kepemimpinan inovasi di bidang perawatan obesitas dan diabetes, Novo Nordisk menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk membantu lebih banyak masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan berkualitas.
(ory/ory)