Pacu Ekonomi Kuartal II, Pemerintah Andalkan Gaji ke-13 - Insentif

CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 04:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah akan meningkatkan belanja pemerintah sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. (Tangkapan Layar Youtube Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah akan meningkatkan belanja pemerintah sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.

Pada kuartal I 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pendorong utama masih dari konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,36 persen, lalu pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 28,29 persen, dan konsumsi pemerintah 21,81 persen.

"Untuk pertumbuhan di Q2 (kuartal II 2026) memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Belanja pemerintah yang dimaksud ini adalah pencairan gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengucuran insentif kendaraan listrik.

Mulai Juni 2026, pemerintah berencana memberikan subsidi untuk 200 ribu kendaraan listrik. Untuk awalan, subsidi ini diberi untuk pembelian mobil listrik sebanyak 100 ribu unit dan motor listrik sejumlah 100 ribu unit.

Melalui pencairan gaji ke-13 ASN dan insentif untuk kendaraan listrik, Airlangga percaya pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat.

"Gaji ASN ke-13 itu diharapkan bisa diberikan di bulan Juni jadi salah satu penopang. Kemudian beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah, salah satunya untuk sektor otomotif," ujar Airlangga.

Airlangga belum bisa memproyeksikan berapa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Namun, ia menegaskan pertumbuhan pada kuartal I 2026 telah melampaui ekspektasi sejumlah lembaga.

"Belum bikin proyeksi. Jadi kita kuartal pertama dulu saja yang Indonesia berhasil katakanlah meng-outbeat ekspektasi dari berbagai lembaga. Jadi ini satu hal yang positif," ujarnya.

Ia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh di atas beberapa negara G20.

Di antara negara-negara G20, India memang belum mengeluarkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026. Namun, kata Airlangga, pertumbuhan Indonesia masih lebih tinggi dibanding China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5 persen secara tahunan, Singapura 4,6 persen, Arab Saudi 2,8 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen.

"Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini tumbuh di atas beberapa negara G20," ucap Airlangga.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK