Triwulan I-2026, Industri Manufaktur Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

BPS | CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 13:55 WIB
Di tengah dinamika global, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen secara tahunan ini menunjukkan ketahanan struktur ekonomi domestik yang tetap resilien.
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Indonesia pada triwulan 1-2026 tumbuh solid sebesar 5,61 persen (year-on-year/YoY), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah dinamika global, kinerja ini menunjukkan ketahanan struktur ekonomi domestik yang tetap resilien.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan kembali menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 19,07 persen. Kinerja sektor ini juga tetap kuat dengan pertumbuhan 5,04 persen (y-on-y).

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor," kata Amalia pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).

Secara rinci, kinerja industri pengolahan ditopang oleh sejumlah subsektor utama. Industri makanan dan minuman tumbuh 7,04 persen, didukung oleh peningkatan permintaan selama momentum Ramadan dan Idulfitri, peningkatan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).

Selain itu, industri barang logam seperti komputer, barang elektronik, optik, serta peralatan listrik bertumbuh tinggi mencapai 10,35 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri, khususnya untuk komponen elektronik dan baterai.

Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 7,41 persen, didorong oleh peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Di luar industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran juga mencatat pertumbuhan yang solid sebesar 6,26 persen YoY, seiring pertambahan aktivitas produksi domestik dan impor barang konsumsi maupun bahan baku. Adapun sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen, didorong oleh meningkatnya aktivitas pembangunan baik oleh pemerintah maupun swasta.

Di sisi lain, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen, mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada periode libur nasional dan hari besar keagamaan. Sektor akomodasi dan makan minum bahkan tumbuh lebih tinggi, mencapai 13,14 persen, sejalan aktivitas wisata dan konsumsi berbasis jasa.

BPS menyatakan, secara keseluruhan, struktur ekonomi Indonesia pada triwulan 1-2026 masih didominasi oleh sektor-sektor utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]