Gudang Bulog Kini Dibuka untuk Umum, Pelajar-Mahasiswa Bisa Study Tour

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 06:40 WIB
Bos Bulog Ahmad Rizal Ramdhan menyebut pelajar SMA, mahasiswa, hingga masyarakat lain kini bisa melihat langsung stok beras RI di gudang-gudang Bulog. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membuka akses kunjungan publik ke gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia.

Kebijakan itu membuat pelajar SMA, mahasiswa, hingga elemen masyarakat lain kini diperbolehkan masuk untuk melihat langsung kondisi cadangan beras nasional melalui program semacam study tour.

Langkah tersebut diumumkan Rizal saat menunjukkan langsung stok beras Bulog kepada perwakilan Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5).

"Bulog sudah terbuka untuk umum. Gudang-gudang Bulog boleh diakses oleh siapa pun juga namun harus terdaftar, harus dikonfirmasikan izin dulu. Jadi siapa yang mau melihat gudang Bulog, monggo kita buka dengan tangan terbuka," kata Rizal.

Ia menegaskan kebijakan itu diambil sebagai bagian dari keterbukaan informasi agar masyarakat dapat memeriksa sendiri kondisi stok beras pemerintah, yang selama ini kerap diperdebatkan.

"Zaman sekarang kan zaman keterbukaan. Jadi tidak lagi ditutup-tutupin. Harapan kami biar masyarakat tahu, baik adik-adik mahasiswa, anak-anak sekolah, bahkan elemen masyarakat, bahwa kondisi beras kita betul-betul berlimpah," ujarnya.

Menurut Rizal, sejauh ini kunjungan sudah mulai dilakukan oleh siswa sekolah menengah atas dari berbagai daerah. Ke depan, Bulog juga akan memperluas program kunjungan untuk kampus-kampus.

"Sekarang yang sudah mengakses adalah adik-adik SMA. Banyak adik-adik SMA yang melaksanakan study tour ke gudang-gudang Bulog di seluruh tanah air. Nanti ke depan kami buka lagi program study tour adik-adik kampus, adik-adik mahasiswa," katanya.

Rizal membeberkan stok beras Bulog secara nasional saat ini 5,2 juta ton. Jumlah tersebut disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Di Jakarta sendiri, kapasitas penyimpanan gudang Bulog disebut nyaris mentok. Rizal mengatakan tingkat keterisian gudang di wilayah DKI sudah mencapai 98 persen.

"Di sini sudah 98 persen. Makanya kami juga sekarang sudah sewa gudang di Tangerang, termasuk gudang yang ada di Banten," ujarnya.

Gudang Bulog Jakarta diketahui memiliki kapasitas sekitar 355 ribu ton. Dengan tingkat keterisian 98 persen, artinya sekitar 350 ribu ton beras kini telah tersimpan di fasilitas tersebut. Untuk menampung limpahan stok, Bulog kini menyewa tambahan gudang berkapasitas 140 ribu ton di wilayah DKI, Tangerang, dan Banten.

Rizal menjelaskan pembukaan gudang kepada publik sekaligus dimaksudkan agar masyarakat bisa melihat langsung proses pengolahan beras, mulai dari gabah, penyimpanan, hingga menjadi beras medium dan premium siap distribusi.

Karena itu, dalam agenda tersebut Bulog sengaja mengajak mahasiswa turun langsung ke area penyimpanan dan penggilingan.

Mahasiswa Universitas Trilogi Hanifah Khairunnisa yang ikut dalam kunjungan itu mengatakan peserta diperlihatkan rantai pengolahan beras dari hulu hingga hilir.

"Mahasiswa sudah diperlihatkan bagaimana proses dari gabah kemudian menjadi beras, lalu penyimpanannya seperti apa," ujar Hanifah.

Senada, perwakilan Aliansi BEM SI Wirawan mengatakan kunjungan tersebut memberi gambaran langsung mengenai kondisi stok pangan nasional di lapangan.

"Hari ini kami saksikan secara langsung ada 5,2 juta ton beras Bulog yang menjadi ketahanan pangan Indonesia ke depan," katanya.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK