REKOMENDASI SAHAM

Pilihan Saham Pendulang Cuan Pekan Ini

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 06:52 WIB
Analis menilai pasar dibayangi sejumlah sentimen negatif, terutama rencana kenaikan tarif royalti sektor pertambangan dan ketidakpastian geopolitik global. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 204,92 poin atau minus 2,86 persen di level 6.969 pada Jumat (8/5) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp36,09 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 56,34 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dalam empat hari. Sementara satu hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menguat 0,18 persen sepanjang pekan kemarin.

Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 4 sampai dengan 8 Mei 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup positif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen dari Rp12.382 triliun menjadi Rp12.406 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami kenaikan sebesar 23,57 persen dari 37,11 miliar menjadi 45,86 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian turut meningkat sebesar 26,14 persen dari Rp18,27 triliun menjadi Rp23,06 triliun.

Untuk rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami kenaikan sebesar 9 persen dari 2,34 juta kali transaksi menjadi 2,55 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp11,42 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp37,61 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (11/5) cenderung melemah dengan level support di 6.892 dan resistance di 7.095.

Selain itu, tekanan jual investor asing di pasar reguler masih berlanjut dan tercatat mencapai Rp2,44 triliun sepanjang perdagangan pekan lalu.

Oktavianus mengatakan pasar saat ini dibayangi sejumlah sentimen negatif, terutama dari rencana kenaikan tarif royalti sektor pertambangan dan ketidakpastian geopolitik global.

"Kami berpandangan pasar akan dipengaruhi sentimen kekhawatiran dampak usulan revisi PP19/2025 terkait kenaikan tarif royalti pertambangan. Hal ini cenderung memberikan dampak pada margin emiten terkait dan direspons negatif oleh pasar," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (10/5).

Ia menjelaskan usulan revisi aturan tersebut muncul seiring potensi windfall profit akibat kenaikan harga komoditas tambang. Untuk komoditas emas, tarif dasar royalti diusulkan naik dari 7 persen menjadi 14 persen atau meningkat 100 persen pada bracket bawah.

Sementara untuk tembaga, dengan asumsi harga rata-rata 2026 mencapai US$12.655 per ton atau masuk kategori di atas US$10 ribu, tarif efektif berpotensi naik dari 10 persen menjadi 12 persen.

Selain itu, pasar juga masih mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum mencapai kesepakatan.

Kedua negara masih menjalani masa negosiasi komprehensif selama 30 hari. Jika pembicaraan gagal mencapai titik temu, kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi militer diperkirakan kembali meningkat.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap penyebaran varian Hantavirus di Indonesia juga dinilai dapat memengaruhi pergerakan pasar. Kondisi ini berpotensi mendorong investor melakukan reposisi portofolio ke saham-saham sektor kesehatan.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF yang ditutup menguat 2,22 persen ke posisi 920 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi KLBF dapat menyentuh level 1.000 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAPI yang ditutup menguat 12,36 persen ke posisi 1.455 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi MAPI dapat menyentuh level 1.590 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan indeks saham pada sepekan ke depan masih rawan mengalami koreksi.

Menurut dia, perdagangan diperkirakan cenderung lebih pendek karena adanya libur bursa, sehingga pergerakan pasar berpotensi lebih terbatas dengan level support di 7.022 dan resistance di 7.230. Herditya menjelaskan pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah sentimen global penting dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk sepekan ke depan hari perdagangan akan cenderung pendek mengingat adanya libur bursa dan kami perkirakan IHSG akan rawan koreksi. Di sisi lain akan ada rilis inflasi China dan AS serta pengumuman MSCI," ujar Herditya.

Ia menilai rilis data inflasi dari China dan Amerika Serikat akan menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter global serta sentimen pasar keuangan. Selain itu, pengumuman dari MSCI juga diperkirakan turut memengaruhi pergerakan sejumlah saham di pasar domestik.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk atau MAPA yang ditutup menguat 5,60 persen di level 660 pada pekan lalu. Ia memproyeksi MAPA dapat menyentuh level 725 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI yang ditutup di level 9.425 pada pekan lalu. Ia memproyeksi AADI dapat menyentuh level 10.825 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk atau BULL yang ditutup di level 472 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan BULL dapat menyentuh level 555 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK