Purbaya Tegur DJP Gara-gara Kerap Bikin Pengumuman Meresahkan Publik
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegur Direktorat Jenderal Pajak (DJP) karena dinilai kerap mengeluarkan pengumuman yang menimbulkan keresahan di masyarakat dan dunia usaha.
Purbaya mengatakan ke depan hanya dirinya yang akan mengumumkan kebijakan perpajakan agar tidak terjadi simpang siur informasi.
"Saya akan tegur DJP. Kan berkali-kali nih DJP mengeluarkan beberapa pengumuman yang agak meresahkan ya," katanya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kepercayaan wajib pajak dan keberlanjutan reformasi perpajakan harus tetap dijaga.
"Saya akan tegur DJP agar selalu menjaga iklim usaha dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat," ujar Purbaya.
Ia menyinggung sejumlah isu yang sempat ramai dibahas publik terkait rencana pungutan pajak baru seperti pajak jalan tol.
Oleh karena itu, Purbaya menegaskan pengumuman kebijakan pajak nantinya hanya boleh disampaikan oleh dirinya.
"Ke depan yang bisa mengumumkan kebijakan pajak hanya saya, bukan dirjen pajak lagi, untuk menghilangkan kesimpangsiuran itu," ujar Purbaya.
"(Dirjen) pajak hanya eksekutor saya yang melakukan kebijakan dan mengambil kebijakan," sambungnya.
Dalam kesempatan sama, Purbaya juga menegaskan pemerintah belum akan menerapkan kebijakan pajak baru selama pertumbuhan ekonomi belum stabil di level 6 persen.
"Pertumbuhan ekonomi belum stabil enam persen. Let's say kalau dua sampai tiga kuartal berturut-turut di atas enam persen, kita akan pertimbangan pajak-pajak yang lain," ujar Purbaya.
Namun, hal berbeda berlaku untuk wacana pajak yang akan diberlakukan di perdagangan online. Menurut dia, pajak ini bertujuan menciptakan persaingan yang setara dengan pedagang offline.
"Approach-nya adalah untuk membuat yang offline bisa lebih bersaing karena saya pernah bilang kan waktu ke pasar-pasar mereka bilang, 'Pak yang online dipajakin seperti kami supaya kami bisa bersaing dengan lebih kompetitif,'" ujar Purbaya.
(dhz/sfr) Add
as a preferred source on Google