Bos OJK Buka Suara Jelang Pengumuman MSCI Selasa Besok

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 22:19 WIB
Morgan Stanley Capital International atau MSCI akan menyesuaikan konstituen indeks saham Indonesia. Tidak ada penambahan saham baru.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi . (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan menyesuaikan sejumlah saham Indonesia yang menjadi konstituen indeksnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengatakan hasil peninjauan indeks tersebut dijadwalkan diumumkan besok, Selasa (12/5).

Ia memastikan tidak terdapat penambahan saham baru asal Indonesia dalam peninjauan indeks MSCI kali ini. Meski demikian, ia menyebut ada kemungkinan beberapa saham Indonesia justru dikeluarkan dari indeks tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka sudah bilang meng-freeze kan. Jadi, enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar," ungkapnya mengutip detikcom, Senin (11/5).

Lebih lanjut, ia menyebut akan ada konsekuensi pelemahan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun menurutnya, dampak rebalancing MCSI terhadap indeks tidak akan berkepanjangan.

"Semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik lah, karena kan saya udah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya, dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi insya Allah long term gain," imbuhnya.

Di sisi lain, ia memastikan reformasi transparansi yang dilakukan otoritas akan memperbaiki fundamental pasar modal. Ia optimistis pasar modal Indonesia akan tumbuh lebih baik ke depannya.

"Jadi, kalau kita mau lakukan perbaikan, itu supaya kita kan melakukan perbaikan fundamental," pungkasnya.

Seelumnya, MSCI beberapa waktu lalu mengumumkan untuk mempertahankan pembekuan rebalancing Mei 2026 dan mengeluarkan saham-saham RI yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeksnya. Saat ini, MSCI juga masih mengkaji dampak sejumlah reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi di RI.

Selain itu, MSCI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float. MSCI juga tidak akan memasukkan data dari sumber dan keterbukaan baru hingga kajiannya selesai.

"Pendekatan ini dilakukan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberi waktu untuk evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan," tulis pengumuman MSCI, Selasa (21/4).

Baca berita lengkapnya di sini

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]