Rupiah Loyo ke Rp17.489 Dipukul Memudarnya Harapan Damai AS-Iran
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.489 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5) pagi. Mata uang Garuda melemah 75 poin atau 0,43 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang kompak tertekan terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,01 persen, peso Filipina melemah 0,50 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,22 persen, dolar Singapura turun 0,20 persen, yen Jepang melemah 0,22 persen, serta won Korea Selatan anjlok 1 persen.
Di sisi lain, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mata uang utama negara maju juga mayoritas melemah. Euro Eropa turun 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,18 persen, dolar Australia terkoreksi 0,24 persen, dolar Kanada turun 0,10 persen, serta franc Swiss melemah 0,19 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Selain itu, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sentimen negatif juga datang dari pengumuman MSCI yang diperkirakan tidak akan memberikan kabar positif bagi IHSG dan berpotensi ikut menekan rupiah.
"Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah. Investor juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/pta) Add
as a preferred source on Google