Energi untuk Negeri, PetroChina Jabung Siap Penuhi Target 2026
PetroChina Jabung Ltd (PetroChina Jabung) mengumumkan perpanjangan kontrak operator Blok Jabung selama 20 tahun hingga 2043 mendatang.
Hal itu disampaikan Sr. Development Manager PetroChina Jabung Ltd, Wicaksono dalam Media Meet Up and Breakfasting PetroChina International Jabung Ltd bertema Energi untuk Negeri pada beberapa waktu lalu. Wicaksono mengatakan, PetroChina Jabung telah berinvestasi sejak 2002.
"Ini bukan perjalanan singkat. Kami sudah lebih dari dua dekade berkontribusi dan akan terus melanjutkannya," ujar Wicaksono.
Dalam pengelolaan blok tersebut, PetroChina tidak berjalan sendiri. Sejumlah mitra strategis turut bergabung dalam skema joint venture, antara lain Pertamina Hulu Energy, Petronas Carigali, PT GPL, serta PT RETJ.
Menurut Wicaksono, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di wilayah tersebut.
Saat ini, Blok Jabung tercatat sebagai salah satu dari 10 besar produsen minyak dan gas di Indonesia. Untuk tahun 2026, PetroChina Jabung membidik target produksi berupa 11.670 barel per hari (BOPD) untuk minyak dan kondensat, serta 143 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas, termasuk LPG.
Mengakui bahwa tantangan ke depan tidak ringan, Wicaksono menegaskan bahwa optimalisasi lapangan dan efisiensi operasi menjadi kunci pencapaian target.
"Target ini cukup challenging," katanya.
Sebagai blok yang mayoritas berbasis gas, aset utama Jabung terletak pada fasilitas pemrosesan gas. Dua pabrik gas yang menjadi tulang punggung operasi, masing-masing adalah Gas Plant Betara yang memproses gas dari wilayah barat, serta Gas Plant Grageh yang menangani produksi dari wilayah timur.
Dari fasilitas tersebut, dihasilkan berbagai produk strategis bagi kebutuhan energi nasional, mulai minyak mentah (crude oil), kondensat, LPG (propan dan butan), hingga gas jual (sales gas).
Mengusung tema Energi untuk Negeri, Wicaksono menekankan bahwa kontribusi PetroChina Jabung bukan hanya soal angka produksi, melainkan bagian dari menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan perpanjangan kontrak hingga 2043 dan target ambisius pada 2026, PetroChina Jabung memperlihatkan bahwa keberlanjutan investasi, kolaborasi mitra, dan penguatan infrastruktur gas menjadi fondasi utama dalam menopang kebutuhan energi Indonesia di tengah dinamika industri migas global.
"Ini adalah komitmen jangka panjang. Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi energi nasional," pungkas Wicaksono.
(rea/rir)