13 Saham Ditendang dari MSCI Small Cap Index, Ada ANTM hingga BSDE
Sebanyak 13 saham Indonesia dikeluarkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari MSCI Small Cap Index per 30 April 2026.
Dalam penyesuaian ulang komposisi indeks saham (rebalancing) terbaru, MSCI menendang 13 emiten dari indeks dengan kategori kapitalisasi pasar kecil tersebut.
Di antara daftar 13 saham yang dicoret MSCI, ada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) hingga Bumi Serpong Damai (BSDE).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, ada satu saham Indonesia yang berhasil masuk sebagai konstituen baru dalam MSCI Small Cap Index teranyar, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Namun, masuknya raksasa ritel merek Alfamart juga merupakan penurunan kelas dari MSCI Global Standard Index. AMRT termasuk satu dari enam emiten yang didepak dari MSCI Global Standard Index.
Berikut daftar 13 saham RI yang ditendang MSCI Global Small Cap Index:
1. Aneka Tambang (ANTM)
2. Astra Agro Lestari (AALI)
3. Bank Aladin Syariah (BANK)
4. Bumi Serpong Damai (BSDE)
5. Dharma Satya Nusantara (DSNG)
6. Industri Jamu Farmasi Sido Muncul (SIDO)
7. Midi Utama Indonesia (MIDI)
8. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)
9. MNC Digital Entertainment (MSIN)
10. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM)
11. Pacific Strategic Financial (APIC)
12. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)
13. Triputra Agro Persada (TAPG)
Dalam penyesuaian ulang komposisi indeks saham (rebalancing) terbaru MSCI Global Standard Index, MSCI juga menendang 6 emiten saham Indonesia dari indeks tersebut.
Selain itu, tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen baru dalam MSCI Global Standard Index teranyar.
Berikut daftar enam saham Indonesia yang dihapus dari MSCI Global Standard Index:
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN)
2. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA)
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)
Sebelumnya, MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emerging MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.
(pta) Add
as a preferred source on Google
