Tol ke Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel Bakal Dibangun, Investasi Rp26 T

CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 09:15 WIB
Pemerintah akan membangun jalan tol sekitar 80 kilometer yang menghubungkan Jalan Tol Trans Sumatera dengan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatera Selatan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah akan membangun jalan tol sepanjang sekitar 80 kilometer yang menghubungkan Trans Sumatra dengan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatra Selatan.

Pembangunan tol ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat.

Penandatanganan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan proyek ini menelan investasi sekitar Rp26 triliun.

"Kalau total angkanya kurang lebih sekitar Rp26 triliun untuk pembangunan tol ini sendiri," ujar Todotua usai acara penandatangan di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi Rabu (13/5).

Ia menjelaskan proyek ini merupakan lanjutan dari backbone Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini telah terhubung hingga Sumatera Selatan dan ditargetkan mencapai Jambi pada akhir tahun ini.

Tol baru ini akan menjadi jalan menuju Pelabuhan Tanjung Carat yang dimulai dari gerbang tol Betung.

"Jadi ini dari nanti backbone Tol Sumatra itu direncananya di pintu tol Betung, itu akan ada interline lagi tol yang menuju ke Tanjung Carat itu kurang lebih sekitar 80 kilometer tolnya," ujar Todotua.

Pembangunan tol ini akan dilakukan paralel dengan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

Todotua menyebut Hutama Karya akan menjadi pelaksana pembangunan jalan tol, sedangkan Pelindo bertugas untuk pelabuhannya.

Sejumlah BUMN ikut menandatangani MoU ini karena mereka akan menjadi pengguna jasa tol dan pelabuhan tersebut, termasuk PT Bukit Asam.

"Salah satunya yang ikut tanda tangan di sini adalah Bukit Asam, di mana memang saat ini kalau kita lihat dalam beberapa tahun itu Bukit Asam itu volume (produksi, red) itu memang relatif sulit untuk naik karena memang alur keluarnya ini yang memang cukup menjadi tantangan," jelas Todotua.

Ia berharap keberadaan tol dan pelabuhan baru dapat meningkatkan volume distribusi komoditas seperti batu bara, karet, dan sawit dari Sumatra Selatan.

Selain meningkatkan volume distribusi barang, proyek ini juga diharapkan dapat menekan biaya logistik.

Pemerintah menargetkan konstruksi proyek tol dan pelabuhan bisa dimulai tahun ini.

"Ini sebenarnya tinggal melakukan kegiatan pembebasan lahan dan memulai konstruksi. Kita harapkan dalam waktu dekat setidaknya di tahun ini rencana programnya ini sudah bisa kita mulai untuk konstruksi," ujar Todotua.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK