Prabowo Pastikan Bertanggung Jawab Jika Rakyat Alami Kelaparan

CNN Indonesia
Sabtu, 16 Mei 2026 20:30 WIB
Prabowo tegaskan dirinya bertanggung jawab jika negara alami kelaparan, karena ia telah disumpah sebagai kepala negara sekaligus mandataris kedaulatan rakyat.
Prabowo tegaskan dirinya bertanggung jawab jika negara alami kelaparan, karena ia telah disumpah sebagai kepala negara sekaligus mandataris kedaulatan rakyat. (FOTO:Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab apabila bangsa Indonesia mengalami kelaparan karena telah disumpah sebagai kepala negara sekaligus mandataris kedaulatan rakyat.

Hal itu disampaikan dalam sambutan pada peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), sebagaimana dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.

"Saya sebagai Presiden yang bertanggung jawab, mandataris kedaulatan rakyat. Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab," tegas Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan tidak ada pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban apabila bangsa mengalami kelaparan selain dirinya sebagai kepala negara.

"Saya yang tanggung jawab, tidak akan ada org lain yang akan dihujat tidak akan ada orang lain yang diminta pertanggungjawaban, saya yang bertanggung jawab," jelasnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya telah menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu empat tahun, namun target tersebut disebut dapat dicapai lebih cepat, yakni dalam satu tahun.

[Gambas:Youtube]

Kepala negara itu kemudian mengapresiasi kinerja Amran. Prabowo mengaku awalnya tidak mengenal Amran, namun menilai yang bersangkutan memiliki pemikiran yang baik setelah berdialog langsung.

Ia bahkan mengusulkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo agar Amran kembali menjabat sebagai Menteri Pertanian.

"Saya tidak pernah kenal beliau. Saya tanya dua-tiga pertanyaan, ternyata orang ini oke pemikirannya. Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi, beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian. The rest is history. Beliau akhirnya berjuang karena menguasai masalah," kata Prabowo.

Prabowo menilai Amran memahami persoalan pertanian karena pernah menjabat sebagai menteri, memiliki pengalaman sebagai pelaku sektor pertanian, serta berasal dari keluarga petani.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung bahwa bangsa Indonesia terlalu lama dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan dianggap sebagai "the soft state".

Ia menilai sejumlah pemimpin, pejabat, tokoh, pakar, hingga pelaku usaha di dalam negeri masih memiliki rasa rendah diri dan lebih mengagungkan hal-hal dari luar negeri dibandingkan kemampuan bangsa sendiri.

"Kita berprestasi, kita dihina, kita swasembada pangan. Perjuangan yang tidak ringan. Kita negara ratusan juta, 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan," ujar Prabowo.

(ins) Add as a preferred
source on Google