Komisi XI DPR soal Rupiah Anjlok: Yang Terpengaruh Orang Kaya
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai respons Presiden RI Prabowo Subianto soal melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) bertujuan untuk menenangkan warga.
Menurut Misbakhun penggunaan dolar AS sebagai alat transaksi keuangan lebih berpengaruh terhadap orang kaya.
"Beliau (Prabowo) benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," kata Misbakhun mengutip Detik, Minggu (17/5).
Misbakhun menyebut arahan Prabowo menjadi pengingat ke Bank Indonesia (BI) untuk memperhatikan rupiah harus dikendalikan.
Ia berpendapat bahwa rupiah harus dikendalikan nilainya dan harus dikembalikan ke nilai yang ideal karena akan banyak memberikan pengaruh kepada masyarakat yang selama ini menggunakan dolar dalam bertransaksi.
"Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu apa? Yang selama ini bahan bakunya impor. Dan salah satu yang impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Meski begitu, Misbakhun menyebut ada makna tersirat dari Prabowo bahwa menjadikan isu pelemahan rupiah ini sebagai isu yang menjadi bahan pembicaraan di masyarakat.
Dengan begitu, ia mengatakan BI diminta segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya konkret guna mengembalikan rupiah pada penguatan yang memadai, karena BI menyampaikan rupiah saat ini under value.
"Dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan," ucap dia.
"Dan tentunya kami di Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang strategis bagaimana bisa melakukan upaya penguatan kembali nilai rupiah kepada angka pada harga atau pada nilai yang menurut saya sepantasnya," imbuhnya.
Nilai tukar rupiah tengah menunjukkan tren menurun belakangan. Pada Sabtu (16/5), nilai tukar rupiah berada di level Rp17.592 per dolar AS. Sementara nilai tukar rupiah ada di level Rp17.614 per dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5).
Dalam pidatonya dalam peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Prabowo menyebut anjloknya nilai tukar rupiah tidak berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di pedesaan yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok.
Lihat Juga : |
Prabowo menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.
Prabowo pun meminta publik tak terlalu mengkhawatirkan pergerakan rupiah terhadap dolar. Ia menyatakan masyarakat di daerah pedesaan tidak menggunakan mata uang asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?," ujar Prabowo.
Pada saat yang sama, Prabowo mengklaim ketahanan ekonomi Indonesia terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi di tengah kepanikan global.
Ia pun menyayangkan sikap segelintir pimpinan yang dinilai hanya memanfaatkan narasi nasionalisme tanpa adanya tindakan nyata yang berpihak pada rakyat kecil setelah menduduki kursi kekuasaan.
"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujarnya.
(mnf/sfr)