DPR Panggil Bos Bank Indonesia di Tengah Rupiah Nyaris Rp17.700
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo beserta jajarannya di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS nyaris menyentuh Rp17.700.
Pemanggilan itu dilakukan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama BI dalam agenda laporan kinerja BI pada 2025 pada Senin (18/5).
Rapat telah dimulai sejak sekitar pukul 11.00 WIB dan saat berita ini ditulis masih berjalan.
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menjelaskan rapat pada Senin ini merupakan lanjutan dari rapat pada 8 April yang sempat tertunda, sehingga menyisakan sesi tanya jawab para anggota bersama BI. Untuk itu, dalam pertemuan kali ini (18/5) rapat langsung dibuka dengan sesi tanya jawab.
Dalam sesi tanya jawab, para anggota DPR ramai-ramai melayangkan pertanyaan soal kondisi rupiah yang terus tertekan. Beberapa mempertanyakan indikator BI dalam menentukan nilai tukar rupiah, apakah posisinya terjaga atau tidak.
Pertanyaan tersebut merujuk pada tanggapan Bank Sentral yang kerap menyebut rupiah berada dalam posisi stabilitas yang terjaga, meskipun terjadi pelemahan nilai tukar Garuda.
Selain itu, anggota DPR juga mempertanyakan upaya apa saja yang dilakukan BI agar rupiah bisa kembali menguat.
Ketika rapat berlangsung, nilai tukar rupiah terpantau nyaris menembus level Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) siang dan resmi menjadi level terlemah sepanjang sejarah.
Berdasarkan situs Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.676 per dolar AS pada pukul 12.00 WIB. Posisi tersebut melemah 80 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan itu juga memperdalam tekanan rupiah setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi mata uang domestik sudah berada di level Rp17.630 per dolar AS atau turun 33 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Level tersebut melampaui rekor pelemahan rupiah saat krisis moneter 1998 yang sempat menyentuh kisaran Rp16.800 per dolar AS.
(dhz/ins)