Luhut Bertemu Bos OJK Bahas IHSG dan Rupiah Babak Belur

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 17:47 WIB
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan di tengah tekanan terhadap pasar modal dan keuangan domestik. (Tangkapan layar Instagram @luhut.pandjaitan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah tekanan terhadap pasar modal dan keuangan domestik.

Dalam pertemuan itu, Luhut mengaku sepakat dengan OJK bahwa tantangan ekonomi dan pasar keuangan saat ini tidak mudah.

"Pagi ini saya menerima Ketua OJK beserta jajaran Anggota Dewan Komisioner terpilihnya," tulis Luhut dalam unggahan di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Senin (18/5).

Pertemuan itu dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, serta jajaran deputi komisioner lainnya.

Luhut mengatakan OJK kini menghadapi tugas krusial di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, OJK tidak hanya dituntut menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia tetap terjaga.

"Beberapa diskusi yang kami lakukan yakni terkait dinamika rupiah, perkembangan pasar keuangan, hingga pandangan investor global terhadap Indonesia saat ini. Kami sepakat bahwa tantangannya memang tidak mudah," ujar Luhut.

Meski demikian, ia menilai kondisi saat ini justru harus menjadi momentum untuk mempercepat reformasi di sektor keuangan dan pasar modal.

"Namun saya percaya di situasi seperti ini, momentum reformasi harus dijalankan dengan lebih berani dan konsisten," katanya.

Luhut secara khusus menyoroti pentingnya reformasi pasar modal demi meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Ia menilai langkah yang diambil OJK sejauh ini sudah tepat, meski sebagian investor asing masih bersikap wait and see terhadap implementasi kebijakan.

"Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu: trust. Dan kepercayaan itu dibuktikan dengan kebijakan yang stabil dan punya kepastian hukum dalam jangka panjang," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pernah berdiskusi dengan lembaga indeks global MSCI yang disebut memiliki ekspektasi besar terhadap pasar modal Indonesia.

"Saat tim MSCI datang menemui saya, mereka menyampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan," terangnya.

Selain pasar modal, Luhut turut menyoroti kondisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang mengalami kenaikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

Menurutnya, langkah strategis yang diambil OJK perlu diperkuat agar persoalan di sektor BPR tidak menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha daerah.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga menekankan pentingnya tata kelola dan manajemen risiko di sektor jasa keuangan.

"Mendukung program prioritas pemerintah itu penting, tetapi membenahi tata kelola dan manajemen risiko tidak boleh ditawar-tawar," katanya.

Pertemuan Luhut dan OJK berlangsung di tengah tekanan besar di pasar saham dan pasar keuangan domestik.

IHSG dibuka anjlok 2,44 persen atau turun 164,23 poin ke level 6.559 pada perdagangan Senin (18/5) usai libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.

Berdasarkan data RTI Business, tekanan jual mendominasi sejak awal perdagangan dengan investor asing mencatat penjualan bersih Rp1,53 triliun di seluruh pasar.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut mengalami pelemahan, seperti saham Bank Central Asia yang turun 2,46 persen, Bank Rakyat Indonesia melemah 1,60 persen, dan Bank Mandiri turun 1,19 persen.

Segendang sepenarian, rupiah hari ini juga menyentuh level terendah sepanjang perdagangan modern dengan menyentuh level Rp17.676 per dolar AS.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK