Perkuat Ekosistem, PINTU Sedia Total 48 Pilihan Aset Kripto

PINTU | CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 18:09 WIB
(Foto: dok PINTU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah peningkatan tokenisasi aset, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperluas deretan pilihan aset kripto bagi investor dalam negeri dengan menambah total 48 tokenisasi aset yang bisa diperdagangkan.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad menyampaikan, aset-aset tersebut merepresentasikan berbagai sektor industri global, mulai dari teknologi dan Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, e-commerce, layanan keuangan, consumer goods, kesehatan, energi, telekomunikasi, hingga instrumen investasi seperti ETF dan emas digital.

"Dalam rangka terus mendukung perkembangan tokenisasi aset agar bisa diakses dengan mudah oleh investor kripto Indonesia, PINTU telah menghadirkan 48 aset yang tertokenisasi. Dengan pilihan aset yang semakin beragam, investor Indonesia kini bisa mendapatkan eksposur ke berbagai industri global langsung dari ekosistem kripto," ujar Iskandar.

Menurutnya, transaksi tokenized asset di PINTU terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada April 2026, jumlah pengguna secara kumulatif meningkat 9,49 persen dibandingkan Maret 2026, dengan rata-rata transaksi per pengguna bertumbuh hingga 87,32 persen.

"Adapun lima tokenized asset yang paling aktif diperdagangkan pada April 2026 secara berurutan adalah iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), serta Alibaba Group (BABAON)," kata Iskandar.

Deretan aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU saat ini mencakup 48 tokenized assets dari berbagai sektor industri global, yaitu Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, JPMorgan Chase & Co, serta beberapa instrumen investasi lainnya yang memberikan eksposur ke teknologi dan AI, keuangan, consumer goods, healthcare, energi, aerospace & defense, precious metals, obligasi pemerintah AS, hingga ETF global.

"Tokenisasi aset memungkinkan investor kripto untuk membangun portofolio investasi global yang terdiversifikasi melalui ekosistem kripto, sekaligus menghadirkan pengalaman investasi yang lebih fleksibel, transparan, dan dapat diakses 24/7. Meski begitu, penting bagi investor untuk memahami produk, melakukan riset secara menyeluruh, dan menerapkan manajemen risiko yang baik agar keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang," tutup Iskandar.

Secara global, minat investor kripto terhadap tokenisasi aset terus mencatatkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data dari RWA.xyz, per 12 Mei 2026, total kapitalisasi pasar tokenisasi aset secara global dalam 30 hari terakhir mengalami kenaikan +5,38 persen menyentuh $32,18 miliar atau sekitar Rp563 triliun.

Sementara di pasar domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyambut baik perkembangan teknologi blockchain dan kriptografi, salah satunya tokenisasi aset yang diyakini membuka peluang investasi dengan nilai yang relatif terjangkau.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK