Minyakita Langka di Jakarta, Pedagang Ngeluh Stok Sudah Lama Kosong

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 11:42 WIB
Ketersediaan minyak goreng rakyat merek Minyakita masih sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, seminggu jelang Hari Raya Iduladha. (Foto: CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketersediaan minyak goreng rakyat merek Minyakita masih sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, seminggu jelang Hari Raya Iduladha.

Pedagang mengaku stok minyak tersebut sudah lama kosong, sementara harga sejumlah bahan pangan lain ikut merangkak naik.

Kelangkaan Minyakita dikeluhkan pedagang karena pembeli kini terpaksa beralih ke minyak goreng merek lain dengan harga yang tidak jauh berbeda. Di lapangan, harga Minyakita bahkan disebut sudah menyentuh Rp23 ribu per liter jika tersedia.

Pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Cidodol, Jakarta Selatan, menunjukkan sejumlah pedagang sudah tidak lagi menjual Minyakita karena pasokan yang tak kunjung datang.

Salah satu pedagang, Siti (bukan nama sebenarnya), mengatakan minyak goreng itu sudah lama tidak terlihat di lapaknya.

"Udah lama enggak kelihatan barangnya," katanya saat ditemui di pasar, Selasa (19/5).

Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Kebayoran Lama. Pedagang menyebut Minyakita sudah lama kosong di tingkat pengecer. Kalaupun ada, harga jualnya sudah jauh lebih mahal dibanding harga eceran tertinggi (HET).

"Minyakita udah lama enggak ada. Harganya sampai Rp23 ribu per liter, udah naik banget. Mending beli yang merek aja sekalian, harganya udah sama," ujar seorang pedagang.

Harga Pangan Naik Sepekan Jelang Iduladha

Selain minyak goreng, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan harga menjelang momentum Iduladha.

Di Pasar Cidodol, harga bawang merah naik menjadi Rp70 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kg. Pedagang menyebut kenaikan terjadi dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, cabai rawit dijual sekitar Rp100 ribu per kg, naik tipis dari sebelumnya Rp90 ribu per kg. Adapun cabai merah tercatat stabil di kisaran Rp60 ribu per kg.

Untuk bawang putih, harga masih bertahan di level Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kg. Bawang bombai juga relatif stabil di kisaran Rp40 ribu per kg.

Harga produk olahan kedelai bervariasi. Tempe dijual mulai Rp6 ribu hingga Rp12 ribu per papan, tergantung ukuran dan kualitas. Sedangkan harga tahu di Pasar Kebayoran Lama berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp8.000 dan disebut masih normal.

Komoditas protein hewani juga masih berada di level tinggi. Daging ayam di Pasar Cidodol dijual sekitar Rp40 ribu hingga Rp55 ribu per kg, sementara di Pasar Kebayoran Lama berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp48 ribu per kg.

Harga daging sapi belum menunjukkan penurunan sejak Lebaran lalu. Di Pasar Cidodol, daging sapi masih dijual sekitar Rp150 ribu per kg.

"Belum turun lagi dari Lebaran," kata seorang pedagang.

Sementara itu, harga telur ayam di Pasar Kebayoran Lama tercatat sekitar Rp27 ribu per kg.

Pedagang mengaku tren kenaikan harga pangan mulai terasa mendekati periode hari besar keagamaan. Meski beberapa komoditas masih relatif stabil, mereka memperkirakan harga berpotensi kembali bergerak naik jika pasokan terganggu.

"Kalau mau Lebaran ini mahal semua," ujar salah satu pedagang bawang merah.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK