Prabowo Bidik Ekonomi Tumbuh 5,8-6,5% pada 2027, Defisit 1,8-2,45% PDB

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 10:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Hal itu Prabowo ungkapkan saat menyampaikan "Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027" dalam Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5).

Dalam sidang tersebut, Prabowo mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir adalah 5 persen. Namun ia mengakui meski ekonomi melaju, kelas menengah menurun dan kemiskinan meningkat.

Selain pertumbuhan ekonomi, dalam asumsi dasar KEM PPKF RAPBN 2027, pemerintah juga menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ujar Prabowo.

Kemudian, suku bunga SBN 10 tahun 6,5-7,3 persen. Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan US$70-US$90 per barel. Adapun lifting minyak mentah 602 ribu barel per hari hingga 615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934 ribu barel setara minyak per hari hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, belanja negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.

"Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," ujar Prabowo.

(sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK