Kerap Dituding Habiskan Uang RI, Purbaya Pasang Badan untuk Prabowo

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 15:11 WIB
Purbaya menegaskan seluruh kebijakan belanja pemerintah dilakukan secara terukur demi menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di tengah gejolak global. (FOTO:ANTARA/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membela Presiden Prabowo Subianto yang kerap dikritik karena dinilai gemar menghabiskan uang negara.

Purbaya menegaskan seluruh kebijakan belanja pemerintah dilakukan secara terukur demi menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di tengah gejolak global.

Ia mengatakan pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga pangan dan kebijakan subsidi energi agar daya beli masyarakat terjaga. Menurut dia, langkah ini penting untuk mencegah gejolak sosial yang justru bisa mengganggu pembangunan negara.

"Ada banyak yang bilang, 'Oh itu pemerintah, Presiden Prabowo ngabis-ngabisin duit.' Enggak, semuanya dilakukan dengan terukur," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

"Kalau saya naikin BBM pasti banyak protes dan nanti ada bisa keributannya di sana-sini yang akan merusak stabilitas sosial, politik, dan pada akhirnya ekonomi," lanjutnya.

Purbaya menilai pengeluaran subsidi menjadi strategi agar kondisi tetap kondusif, sehingga pembangunan bisa berjalan.

"Jadi saya keluarkan sedikit untuk subsidi supaya keadaan tenang, saya bisa membangun yang terjadi selama ini," ujarnya.

Ia menyebut strategi tersebut terbukti berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Purbaya mengatakan seluruh kebijakan pemerintah dipantau dan dianalisis oleh ratusan ahli di Kementerian Keuangan.

"Saya punya 400 researcher yang melototin ini terus. Kalau mereka salah, ya kita pecat. Gampang," ujar Purbaya.

Purbaya mengungkap ada ratusan ahli di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) yang bertugas menganalisa pasar.

Selain itu, di Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal juga ada ahli berlatarbelakang doktor yang terus memonitor kondisi perekonomian Indonesia.

"Tempatnya Pak Ferry (Pelaksana Harian Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto) ada jumlahnya banyak dan mereka jago-jago. Beberapa orang doktor loh. Mungkin underutilized ya, akan kita manfaatkan ke depan. Tapi yang jelas ini dimonitor terus oleh ahli-ahli yang kita punya," ujar Purbaya.

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK