BI Catat Modal Asing Kabur dari RI Rp14,12 T pada Kuartal I 2026

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 18:20 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari Indonesia mencapai US$800 juta atau sekitar Rp14,12 triliun pada kuartal I 2026. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan aliran modal asing keluar (capital outflow) dari Indonesia mencapai US$800 juta atau sekitar Rp14,12 triliun (asumsi kurs Rp17.650 per dolar AS) pada kuartal I 2026.

Kaburnya modal asing terjadi di tengah memburuknya kondisi ekonomi global akibat perang di Timur Tengah.

"Aliran modal pada kuartal I 2026 tercatat net outflows sebesar US$0,8 miliar," ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/5).

Menurut Perry, kondisi global yang memburuk membuat investor global beralih ke aset safe haven, khususnya obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).

Ia menjelaskan imbal hasil US Treasury terus meningkat akibat membengkaknya defisit fiskal AS dan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

"Imbal hasil US Treasury yang telah naik ke 4,66 persen untuk tenor 10 tahun dan 4,11 persen tenor 2 tahun pada 19 Mei 2026 diperkirakan naik lebih tinggi didorong oleh defisit fiskal AS yang membesar," katanya.

Perry mengatakan kondisi tersebut memicu pelarian modal dari berbagai negara emerging markets menuju aset yang dinilai lebih aman dan memberikan imbal hasil tinggi.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memperburuk sentimen pasar global. Penutupan Selat Hormuz akibat perang disebut mengganggu distribusi energi dunia dan mendorong lonjakan harga minyak global.

Meski demikian, Perry memastikan ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga. Hal itu ditopang oleh masuknya kembali aliran modal asing pada kuartal II 2026.

"Berbagai respons kebijakan yang ditempuh dapat mendorong kembali masuknya investasi portofolio asing pada kuartal II 2026 yang mencatatkan net inflows sebesar US$5,5 miliar hingga 18 Mei 2026," ujarnya.

Menurut Perry, arus modal asing yang kembali masuk terutama mengalir ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), seiring meningkatnya imbal hasil kedua instrumen tersebut.

Lebih lanjut, juga mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar US$146,2 miliar. Angka itu setara pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK