Bulog Jamin Pemberian Jatah Beras PNS-Polri Tak Ganggu Harga dan Stok

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 11:20 WIB
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan rencana pemberian beras natura untuk PNS, TNI, dan Polri bisa membuat pengendalian harga di pasar lebih mudah.
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan rencana pemberian beras natura untuk PNS, TNI, dan Polri bisa membuat pengendalian harga di pasar lebih mudah. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan rencana pemberian beras natura untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, TNI, dan Polri tidak akan mengganggu stabilitas harga maupun stok beras nasional.

Bulog justru menilai kebijakan tersebut bisa membuat pengendalian harga di pasar menjadi lebih mudah.

Rizal mengatakan skema pemberian natura masih dalam tahap pembahasan pemerintah. Namun Bulog sudah menyiapkan sejumlah perencanaan lantaran stok beras saat ini melimpah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara sedang didiskusikan (soal penyaluran beras natura) jadi belum ada keputusan. Namun kami sudah range itu, merencanakan. Kebetulan kan stok kita banyak," ujar Rizal dalam konferensi pers di Epic Wesoccer by Doospace, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).

Ia mengatakan bila stok beras bisa disalurkan untuk PNS, TNI, dan Polri, maka tekanan permintaan di pasar umum akan berkurang sehingga stabilisasi harga lebih mudah dilakukan.

"Kalau menurut kami dengan produksi pertanian sekarang yang luar biasa ini tidak ada masalah. Bahkan itu akan mengendalikan pasar lebih mudah. Karena para ASN, TNI, Polri sudah tercukupi tinggal yang non-ASN dan TNI-Polri saja," katanya.

Rizal juga mengungkapkan stok beras Bulog saat ini telah mencapai sekitar 5,39 juta ton, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami laporkan stok beras Bulog di gudang Bulog seluruh tanah air totalnya adalah 5,39 juta ton," ujarnya.

Menurut dia, lonjakan stok tersebut terjadi berkat peningkatan produksi pertanian nasional dan dukungan berbagai pihak dalam program ketahanan pangan pemerintah.

"Di tahun 2025 kita sudah swasembada pangan dengan proyeksi sekarang di bulan Mei sudah mencapai 5,39 juta ton. Ini insyaallah kami prediksikan di tahun 2026 juga insyaallah bisa swasembada pangan," katanya.

Besarnya stok membuat kapasitas gudang Bulog mulai penuh. Rizal menjelaskan kapasitas gudang milik Bulog saat ini sekitar 4 juta ton, sementara perusahaan sudah menyewa gudang tambahan sekitar 2 juta ton.

"Kemudian kami sekarang stok kami sudah 5,39 (juta ton). Ini kami juga sudah sewa lebih kurang 2 juta ton," ujarnya.

Bulog kini bahkan mulai menyiapkan tambahan kapasitas baru untuk mengantisipasi stok yang diperkirakan bisa menembus 6 juta ton.

"Kami juga sudah merencanakan sewa untuk lebih kurang sebesar 1 juta ton ke depan," kata Rizal.

Dengan tambahan itu, total kapasitas penyimpanan beras Bulog diproyeksikan bisa mencapai sekitar 7 juta ton.

"Kami siapkan antisipasi 7 juta ton," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain menyewa gudang, Bulog juga berencana membangun 100 titik pergudangan baru di berbagai daerah, terutama wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Menurut Rizal, pembangunan gudang baru dilakukan untuk memperbesar kapasitas cadangan pangan sekaligus mempercepat distribusi logistik ke masyarakat.

"Tujuannya untuk satu, menambah cadangan stok gudang kami. Yang kedua juga untuk mempercepat distribusi logistik Bulog dalam hal ini untuk melayani kepada masyarakat," katanya.

Rencana pemberian natura sendiri disebut masih terus dikaji pemerintah. Rizal mengaku skema itu mengingatkannya pada kebijakan lama ketika ASN menerima sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk natura.

"Dulu juga pernah Indonesia kami waktu masih kecil-kecil pada saat kami masih SD itu melihat orang tua kami pulang bawa natura itu senang sekali," ujarnya.

(del/pta) Add as a preferred
source on Google