LRT Sampai Bogor sedang Dikaji, Diperpanjang hingga Baranangsiang

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 15:38 WIB
LRT Jabodebek menggelar tour Depo atau melihat secara langsung tempat penyimpanan, perawatan dan perbaikan kereta tanpa masinis di Jati Mulya, Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/2/2025). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
KAI sedang mengkaji perpanjangan rute LRT Jabodebek hingga Bogor, di mana rencana tersebut sudah masuk dalam master plan perseroan. (FOTO:CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sedang mengkaji perpanjangan rute LRT Jabodebek hingga Bogor.

Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa mengatakan rencana itu sudah masuk dalam master plan perseroan.

"Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor, kalau tidak salah sampai Baranangsiang ya," katanya di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (22/5), dikutip dari CNBC Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut pihaknya dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan masih melakukan kajian atas rencana ekstensi dari sisi potensi bisnis, rute, Transit Oriented Development (TOD), dan lain sebagainya.

"Kami dengan DJKA tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya ya, sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang," ujarnya.

Sementara itu, dari sisi KRL, Gede mengungkap Bogor line sendiri menyumbang setengah dari jumlah pergerakan penumpang KRL Jabodetabek per hari.

[Gambas:Youtube]

"Jadi kalau kami sekarang melayani 1,1 juta penumpang per hari, 500 ribu itu dari Bogor line. Jadi memang pertanyaan mengenai kapan LRT itu bisa membantu mengurangi beban Bogor lain memang sangat valid, dan itu masih dalam kajian kami rutenya lewat mana, dan lain sebagainya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gede menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian untuk penambahan jalur ke arah Bogor sampai ke Sukabumi. Selain itu, pihaknya sedang menambah 678 emplasemen KRL yang dapat meningkatkan kapasitas hingga 80 ribu orang. Lantas, Bogor line KRL dapat mencapai 12 gerbong.

Sedangkan untuk kapasitas LRT hanya 6 gerbong, atau setengah dari kapasitas KRL. Oleh karena itu, Gede menyatakan pihaknya tengah mengupayakan kedua rencana tersebut demi mengurangi okupansi.

"Makanya kami, apapun juga yang bisa kami lakukan untuk mengurangi okupansi, supaya lebih nyaman di Bogor, itu kami lakukan dulu ya. Di samping lakukan kajian untuk ekstensi dari LRT-nya sendiri," ujar Gede.

(dhz/inn) Add as a preferred
source on Google