Purbaya: Selama Saya Menkeu, Pondasi Ekonomi Membaik-IHSG Naik
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sangat besar kendati dalam beberapa hari terakhir menurun cukup tajam.
"Selama saya menteri keuangannya, pondasi ekonomi akan membaik terus ke depan dan IHSG pasti akan naik secara bertahap. Jadi anda gak usah takut," ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Jumat (22/5).
Ia optimistis perbaikan fundamental ekonomi nasional dan reformasi ekonomi pemerintah akan menjadi pendorong utama kenaikan pasar saham dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Purbaya, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan reformasi ekonomi secara serius untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Lihat Juga :JOGJA FINANCIAL FESTIVAL Canda Purbaya: Nyesel Jadi Menkeu, Gaji Turun hingga Berat Badan Susut |
"Peluang naiknya besar sekali karena ekonomi kita akan membaik terus dan kami Pak Presiden melakukan reformasi ekonomi betul-betul serius nggak main-main," ujar Purbaya.
"Saya suruh ke sana sini beresin semuanya, yang lain juga bekerja sama, yang jelas pondasi ekonomi akan membaik terus. Dan biasanya kalau ekonominya membaik, indeks akan cenderung naik," sambungnya.
Ia menjelaskan, dalam siklus bisnis, pasar saham memang mengalami fase naik dan turun. Namun, menurut dia, masa ekspansi ekonomi bisa berlangsung cukup panjang dan mendorong kenaikan signifikan pada IHSG.
Dalam pandangannya, fase ekspansi ekonomi dapat bertahan cukup panjang, sekitar tujuh hingga delapan tahun, bahkan bisa mencapai 10 tahun apabila kebijakan ekonomi dijalankan dengan baik.
"Dari titik terendah sampai tertinggi, ekonomi kita itu IHSG bisa naik 4-5 kali. Kalau kemarin let's say terendahnya 7.000, kalau 4 kali 2.800 nanti akhir siklus bisnis di 2028 2029 2030, jadi prospek meningkatnya amat baik," ujarnya.
Purbaya juga menilai tekanan pasar saham saat ini sudah mendekati titik terendah. Karena itu, ia meminta investor tidak takut untuk berinvestasi jangka panjang.
"Kalau saya lihat teknikal analisis jangka pendek ini udah sebentar lagi udah bottom atau mungkin sudah bottom. Jadi teman-teman enggak usah takut investasi jangka panjang, lihat pondasi ekonomi seperti apa," pungkasnya.
(kum/sfr) Add
as a preferred source on Google