JOGJA FINANCIAL FESTIVAL 2026

Ketua OJK: 54% Investor Pasar Modal RI Saat Ini adalah Gen Z

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 17:36 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan mayoritas investor di pasar modal Indonesia saat ini berasal dari Generasi Z (Gen Z). Hal itu diungkapkan Kiki, sapaan akrab Friderica, dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Jumat (22/5).

Kiki mengatakan Gen Z sekarang mewarnai sektor keuangan Indonesia. Mereka juga menjadi generasi pertama yang tumbuh besar di dunia digital.

"Tahu enggak sekarang dari 27 juta investor di pasar modal, 54% adalah Gen Z. Ini juga luar biasa. Mereka yang justru berusia muda di bawah 30 tahun. Nah ini konstektual buat kalian semua. Ini luar biasa," ujar Kiki.

Lebih lanjut, Kiki menilai tantangan generasi muda saat ini bukan lagi kesulitan mendapatkan informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar di tengah derasnya arus digital.

"Jadi kemampuan kalian memilah dan memilih informasi sangat menentukan untuk masa depanmu. Apalagi konten-konten enggak bagus, enggak sehat, enggak mendidik, tidak usah dilihat, tidak usah disimak," ucap Kiki menambahkan.

Menurutnya, Gen Z kini menjadi kelompok baru yang semakin dominan mewarnai sektor keuangan nasional karena tumbuh di era digitalisasi dan banjir informasi.

"Gen Z ini menarik sekali. Mereka mewarnai sektor keuangan kita. Generasi pertama yang tumbuh di era digitalisasi," ujarnya.

Kiki kemudian membandingkan kondisi generasi sebelumnya yang harus berupaya keras untuk mendapatkan informasi demi mencapai kesuksesan. Namun, menurutnya, kemudahan akses informasi justru menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda.

"Kalau zaman dulu, mau cari informasi itu harus effort, pergi ke perpustakaan, cari koran, membaca dan lain-lain. Kalau sekarang, bangun tidur sudah disuguhi berbagai informasi," katanya.

"Kalau dulu mau sukses harus mencari informasi. Sekarang kalau mau sukses harus bisa memilah informasi, karena tidak semua benar," ujarnya.

(kum/har)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK