Impor Plastik Bengkak di Tengah Lonjakan Harga

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 08:00 WIB
BPS mencatat impor plastik dan barang dari plastik melonjak 12,40 persen sepanjang Januari-April 2026, di tengah kenaikan harga imbas perang di Timur Tengah. Ilustrasi. (iStockphoto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan barang dari plastik melonjak 12,40 persen sepanjang Januari-April 2026, di tengah kenaikan harga imbas perang di Timur Tengah.

Secara rinci, volume impor plastik naik 12,40 persen dari 2,08 juta ton pada Januari-April 2025, menjadi 2,34 juta ton di tahun ini. Begitu juga dengan nilainya naik 9,71 persen dari US43,38 miliar menjadi US$3,71 miliar.

"Untuk impor plastik dan barang dari plastik sebesar US$371 miliar dengan volume 2,34 juta ton," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (2/6).

Begitu juga dengan impor mesin/perlengkapan elektrik yang melonjak 18,98 persen dari US$9,35 miliar menjadi US$11,12 miliar. Dari sisi volume bahkan naik tajam hingga 61,73 persen dari 540 ribu ton menjadi 870 ribu ton.

Secara umum, impor pada periode Januari-April 2026 memang melonjak tajam yakni 13,40 persen. Utamanya ditopang oleh impor migas yang naik 17,58 persen dan nonmigas naik 12,70 persen.

"Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor bahan baku/penolong sebesar 8,47 persen," kata Pudji.

Sementara itu, sepanjang April saja, impor naik 22,49 persen, dari US$20,59 miliar pada 2025 menjadi US$25,21 miliar pada tahun ini.

Impor terdiri dari migas sebesar US$4,60 miliar atau melesat 82,52 persen (yoy) dan nonmigas sebesar US$20,62 miliar atau naik 14,11 persen (yoy).

Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi pada April 2026 tercatat sebesar US$2,43 miliar atau naik 42,90 persen (yoy).

Lalu, bahan baku/penolong sebesar US$18,65 miliar atau naik 24,56 persen (yoy).

Kemudian, sektor barang modal tercatat US$4,13 miliar atau naik 5,64 persen dari April 2025 yang sebesar US$3,91 miliar.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK