Ibu di Pesisir Sorong Kembangkan Usaha demi Rumah dan Sekolah Anak
Akses layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan di Indonesia Timur. Jarak yang jauh serta kebutuhan menyeberang pulau membuat sebagian warga harus mengeluarkan waktu dan biaya lebih untuk mendapatkan layanan keuangan.
Kondisi tersebut juga dirasakan warga di Pulau Arar, Sorong, Papua Barat Daya. Di tengah keterbatasan akses, program pembiayaan dan pendampingan usaha dari PNM hadir menjangkau perempuan prasejahtera yang ingin mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Salah satunya adalah Ragaia Sosir yang bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar sejak 2021. Dari wilayah pesisir Papua, ia menjalani usaha sambil berupaya memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak dan memperbaiki rumah agar lebih layak untuk ditempati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan yang ia lakukan berlangsung bertahap. Melalui pembiayaan dan pendampingan yang diterimanya, Ragaia mulai memperbaiki berbagai bagian rumah, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, hingga jendela dan fasilitas lainnya sesuai kemampuan yang dimiliki.
"Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6).
Di samping menjalankan usaha, ia juga dipercaya menjadi Ketua Kelompok Mekaar di wilayahnya. Peran tersebut membuatnya semakin dekat dengan berbagai kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk persoalan akses terhadap layanan keuangan.
Di Pulau Arar, warga umumnya harus menyeberang ke wilayah lain untuk mengakses layanan keuangan yang lebih lengkap. Melihat kondisi itu, Ragaia memutuskan menjadi agen BRILink agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Keputusan tersebut tidak hanya membuka peluang usaha baru bagi dirinya, tetapi juga membantu memudahkan aktivitas keuangan warga setempat. Kehadiran layanan yang lebih dekat dinilai dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan masyarakat.
"Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik," pungkas dia.
Perjalanan Ragaia menunjukkan bagaimana akses pembiayaan dan pendampingan dapat mendukung masyarakat untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga secara bertahap. Langkah yang dimulai dari kebutuhan sederhana kemudian berkembang menjadi upaya yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Melalui aktivitasnya sebagai Ketua Kelompok Mekaar, ia juga mendorong perempuan lain di wilayahnya untuk berani memulai dan mengembangkan usaha. Baginya, perubahan tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kisah Ragaia menjadi salah satu gambaran pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dari wilayah pesisir dan kepulauan. Hingga kini, PNM mencatat telah melayani sekitar 22,9 juta masyarakat Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk bagi perempuan prasejahtera di berbagai daerah, dari pusat kota hingga pelosok negeri.
(rir) Add
as a preferred source on Google