Pensiunan Peserta TASPEN Tetap Produktif, Buka Kelas Bahasa Jepang
PT TASPEN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan jaminan sosial yang andal melalui penyaluran manfaat pensiun yang mengedepankan prinsip 5T, yakni Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, dan Tepat Administrasi.
Komitmen tersebut tidak hanya memberikan kepastian dan ketenangan bagi peserta dalam menjalani masa purnabakti, tetapi juga mendorong mereka tetap aktif, mandiri, dan produktif di tengah masyarakat.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Rudy Darmawan (65), pensiunan guru asal Jakarta yang mulai memasuki masa purnabakti pada 2021. Sejak resmi pensiun, Rudy mengaku rutin menerima manfaat pensiun secara lancar dan tepat waktu, sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kendala berarti.
Namun, masa pensiun tidak membuatnya berhenti berkarya. Berbekal pengalaman sebagai pendidik dan kecintaan pada dunia bahasa, Rudy kemudian membuka kelas Bahasa Jepang secara daring yang diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Sejak memulai kelas tersebut lima tahun lalu, Rudy telah membantu lebih dari 900 peserta mempelajari bahasa sekaligus mengenal budaya Jepang.
"Pensiun bukan akhir dari pengabdian. Selama masih sehat dan memiliki kemampuan untuk berbagi, saya ingin tetap bermanfaat bagi orang lain. Yang terpenting adalah tetap aktif dan menjalani masa pensiun dengan bahagia," ujar Rudy.
Sebagai peserta program pensiun PT TASPEN (Persero), Rudy juga merasakan kemudahan berbagai layanan digital yang dihadirkan perusahaan, termasuk fitur autentikasi digital yang memungkinkan peserta melakukan verifikasi secara mandiri setiap bulan tanpa harus datang ke kantor layanan.
"Sekarang saya melakukan autentikasi melalui swafoto setiap bulan. Prosesnya mudah dan membantu peserta seperti saya," tambah Rudy.
Corporate Secretary PT TASPEN (Persero), Henra, menyampaikan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penyaluran manfaat pensiun secara tepat, tetapi juga mendampingi peserta agar tetap produktif dan berdaya di masa purnabakti.
Henra menjelaskan, melalui layanan digital dan proses autentikasi yang sederhana, TASPEN memastikan peserta dapat memperoleh haknya dengan nyaman tanpa mengganggu aktivitas dan produktivitas mereka.
"Seperti yang ditunjukkan Bapak Rudy, peserta tetap dapat mengembangkan potensi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tenang karena manfaat pensiunnya tersalurkan secara lancar," ujar Henra.
Melalui kelas yang dibukanya untuk siapa saja yang ingin belajar Bahasa Jepang, Rudy menerapkan konsep belajar yang inklusif dengan biaya seikhlasnya. Bagi masyarakat yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui media sosial Facebook @rudy.dermawan.775727 dan WhatsApp yang dikelolanya.
Sejak memulai kelas pada 2021, hingga kini Rudy pun terus memperluas akses pembelajaran sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta. Antusiasme peserta pun cukup tinggi, dengan jumlah pendaftar yang rata-rata mencapai puluhan orang setiap bulan.
Kisah Rudy yang sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial ini merupakan gambaran bahwa masa pensiun dapat menjadi fase baru yang penuh makna.
Dengan dukungan sistem jaminan sosial yang berkelanjutan, peserta pensiun memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan potensi, memperluas kontribusi sosial, serta mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera dan berkualitas.
PT TASPEN (Persero) terus memperkuat peran sebagai Center of Excellence dalam pengelolaan jaminan sosial ASN di Indonesia melalui transformasi layanan, inovasi digital, tata kelola yang baik, serta pengembangan ekosistem kesejahteraan peserta yang berkelanjutan.
Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mewujudkan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
(ory/ory)