Pengusaha Curhat Biaya Operasional Mal Bengkak Imbas Pelemahan Rupiah

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 13:48 WIB
Ilustrasi Sale di Mal.
Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkapkan biaya operasional mal membengkak imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkapkan biaya operasional mal membengkak imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketua UMUM APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan efek gejolak global, termasuk pelemahan rupiah, semakin terasa di pusat perbelanjaan. Ia menilai biaya operasional seperti logistik dan gas terus meningkat setiap bulannya.

"Terutama dari sisi biaya logistik, kemudian harga gas, karena CNG itu ada unsur nilai USD-nya, dolar AS-nya, sehingga kami mengalami biaya gas naik setiap bulan," ujar Alphonzus dalam acara Peluncuran Program BINA Holiday & Back to School di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sambung Alphonzus, biaya operasional juga naik karena kenaikan pajak di sejumlah pemerintah daerah. Hal ini dampak dari alokasi dana pemerintah daerah tersebut dikurangi.

Di sisi lain, Alphonzus menyebutkan pusat perbelanjaan tak bisa menaikkan biaya sewa kepada penyewa karena saat ini aktivitas belanja sedang rendah (low season).

Menurut Alphonsuz, menaikkan harga sewa adalah langkah terakhir di tengah situasi daya beli masyarakat yang tertekan.

"Jadi opsinya apa? Opsinya adalah meningkatkan penjualan, itulah yang dilakukan, kenapa kita menyelenggarakan banyak program-program termasuk Bina Holiday ini," ungkapnya.

Kendati demikian, Alphonzus menerangkan banyak masyarakat yang tetap mengunjungi pusat perbelanjaan. Hanya saja, terdapat perubahan tren dalam berbelanja, yaitu membeli produk dengan harga satuan yang lebih murah.

"Yang terjadi itu adalah tren belanjanya yang berubah. Begitu kan sudah ada satu dua tahun terakhir ini kan tren belanjanya berubah begitu, karena mereka cenderung membeli barang-barang produk yang harga satuannya unit price-nya itu kan murah, kecil begitu," ujar Alphonzus.

[Gambas:Youtube]

(fln/sfr) Add as a preferred
source on Google