Hari Lingkungan Hidup, Bank Mandiri Perkuat Akselerasi Keberlanjutan

Bank Mandiri | CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 16:42 WIB
Foto: Arisp Bank Mandiri
Jakarta, CNN Indonesia --

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda aksi iklim nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan berkelanjutan.

Tahun ini, peringatan global mengusung tema "Inspired by Nature, For Climate, and For Future" yang di Indonesia diadaptasi menjadi "Saatnya Beraksi untuk Iklim". Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perubahan iklim, mulai dari kebijakan, pembiayaan, hingga partisipasi publik.

Sejalan dengan itu, Bank Mandiri menempatkan agenda iklim sebagai prioritas strategis yang terintegrasi dalam seluruh kegiatan bisnis dan operasional perusahaan.

Bank Mandiri mengusung visi "Becoming Indonesia's Sustainability Champion for a Better Future" dengan tiga pilar utama keberlanjutan, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.

Ketiganya diarahkan untuk mencapai target Net Zero Emission in Operation pada 2030 serta Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat, selaras dengan target Perjanjian Paris dan komitmen SNDC Indonesia.

Pada aspek bisnis, pembiayaan berkelanjutan menjadi motor utama. Hingga Maret 2026, total pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp320 triliun, dengan portofolio hijau sebesar Rp167 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa di atas 35 persen di antara bank besar di Indonesia.

Komposisi Portofolio Hijau tersalurkan pada sejumlah sektor prioritas, antara lain pengelolaan SDA Hayati berkelanjutan sebesar Rp113 triliun, produk eco-efficient sebesar Rp15,4 triliun, energi terbarukan sebesar Rp12,2 triliun, bangunan berwawasan lingkungan Rp10,1 triliun, serta transportasi ramah lingkungan Rp10 triliun.

Akselerasi pembiayaan hijau ini turut mendukung kontribusi Bank Mandiri pada agenda Net Zero Emission nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pada aktivitas operasional, Bank Mandiri secara konsisten menurunkan jejak emisi internal. Sepanjang 2025, emisi gas rumah kaca operasional perseroan (Cakupan 1 dan Cakupan 2) tercatat sebesar 243.736 ton CO2e, atau turun 32% dari baseline di 2019 yang sebesar 358.753 ton CO2e.

Penurunan emisi sebesar ini dicapai melalui berbagai inisiatif yang mencakup optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya di beberapa kantor perusahaan.

Perhitungan emisi mengacu pada standar Greenhouse Gas Protocol dan pelaporan GRI 305, dengan pengawasan tata kelola di bawah Wakil Direktur Utama serta pelaporan ke Komite Manajemen Risiko dan Dewan Komisaris.

Dari sisi tata kelola, Bank Mandiri juga memperoleh pengakuan internasional. MSCI ESG Rating menempatkan Bank Mandiri pada level AA, tertinggi di Indonesia, sementara Sustainalytics ESG Risk Rating mengkategorikan bank ini dalam Negligible Risk, posisi terbaik di kawasan ASEAN.

Dalam implementasi Environmental and Social Risk Management (ESRM), Bank Mandiri memperkuat kebijakan kredit sektoral, Environmental and Social Compliance Checklist, serta berpartisipasi dalam Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) yang dipimpin Otoritas Jasa Keuangan dengan cakupan 100 persen portofolio pembiayaan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan menyampaikan,peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi Bank Mandiri untuk meneruskan langkah-langkah konkret yang telah dijalankan secara konsisten terkait keberlanjutan.

"Bagi Bank Mandiri, Sustainabilty merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam keputusan operasional dan pembiayaan kami," ujarnya.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat semangat keberlanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan masyarakat," tambah Henry.

Selain pada level korporasi, Bank Mandiri juga menerjemahkan tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim" ke dalam aksi kolaborasi nyata di tingkat tapak melalui pelibatan nasabah dan masyarakat. Melalui inisiatif Mandiri Looping for Life, Bank Mandiri menggandeng beberapa brand lokal untuk mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.

Sepanjang kolaborasi yang telah dijalankan, lebih dari 6.000 pakaian tak terpakai berhasil diolah menjadi 2.000 outer, dengan dampak penghematan air mencapai 16 juta liter dan pengurangan emisi karbon sebesar 44 ton CO2e.

Selain itu, untuk nasabah ritel, Bank Mandiri juga memperluas akses partisipasi masyarakat melalui fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk menghitung jejak karbon harian hingga bulanan dan berkontribusi langsung pada program penanaman pohon.

Sepanjang 2025, sebanyak 1.292 pohon telah ditanam melalui inisiatif ini, setara dengan pengurangan emisi 45,32 ton CO2e atau perjalanan kendaraan bermotor sejauh 598.300 kilometer. Dalam update terbaru, Livin' Planet telah menambahkan fitur untuk carbon offset melalui pembelian SPE-GRK (Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca).

Sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis dan agenda keberlanjutan, mendorong akselerasi yang bertumbuh pada pembiayaan hijau, serta menjaga implementasi berkelanjutan dalam setiap aspek operasional.

"Perjalanan keberlanjutan Bank Mandiri masih panjang, namun arah dan pondasinya sudah jelas. Kami akan terus mempercepat langkah melalui kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih berkelanjutan," tutup Henry.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK