Daftar Daerah dengan Harga Pertamax Rp17 Ribu per Liter
PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yaitu Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6). Kenaikan harga untuk Pertamax yang mencapai Rp17 ribu per liter di beberapa daerah tertentu.
Adapun untuk harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Biosolar, Pertamina masih mempertahankan harga lama, alias tetap.
Berdasarkan keterangan persnya pada Selasa (9/6), Pertamina juga resmi menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.
Roberth menyampaikan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Roberth.
Melansir laman MyPertamina, harga Pertamax Rp17 ribu per liter hanya berlaku di beberapa daerah tertentu.
Selanjutnya, perusahaan memastikan keamanan pasokan BBM di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di seluruh Indonesia.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," katanya.
Selain itu, Pertamina juga menekankan bahwa harga produk bahan bakar Pertamina selain Pertamax dan Pertamax Green tidak naik. Bahan bakar minyak bersubsidi jenis Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10 ribu per liter dan Biosolar harganya masih Rp6.800 per liter.
"Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," kata Roberth.
Daftar daerah dengan harga Pertamax Rp17 Ribu per liter mulai 10 Juni 2026:
- Provinsi Sumatera Barat
- Provinsi Riau
- Provinsi Kepulauan Riau
- Provinsi Kalimantan Selatan
- Provinsi Kalimantan Utara
as a preferred source on Google