Luhut: Jangan Lagi Bertengkar soal MBG, Itu Barang Baik
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi berlarut-larut.
Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik dan kini yang perlu dilakukan adalah memperbaiki tata kelola pelaksanaannya.
"Saya kira mengenai MBG kita jangan bertengkar lagi mengenai itu, itu barang baik. Tinggal pengelolaannya saja yang tentu kita perbaiki," kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Luhut mengatakan Sang Kepala Negara telah memberikan arahan terkait pelaksanaan program tersebut. Di sisi lain, DEN juga telah melakukan kajian dan survei untuk mengevaluasi efektivitas program MBG.
Menurut dia, survei yang dilakukan memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi dengan margin of error sekitar 3 persen. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar untuk melakukan penataan program agar berjalan lebih efektif.
"Presiden (Prabowo) sudah memberikan arahan dan kami juga merespons dengan melakukan penelitian survei yang dilakukan tadi dengan sangat kredibel, 3 persen margin of error-nya. Saya pikir tinggal kita tata dengan baik," ujarnya.
Luhut juga menyinggung upaya efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah. Ia menilai pengelolaan anggaran saat ini sudah berjalan cukup efisien, tetapi masih dapat ditingkatkan melalui penyaluran program yang lebih tepat sasaran.
"Sudah efisien, sekarang anggaran (MBG) cukup efisien. Kalau targeted semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan," katanya.
Ia mengatakan DEN juga diminta ikut melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap berbagai program pemerintah, termasuk MBG, dan melaporkan hasilnya langsung kepada presiden.
Pembahasan mengenai MBG juga menjadi salah satu topik yang disoroti anggota DEN lainnya dalam pertemuan tersebut.
Anggota DEN Chatib Basri mengatakan program MBG berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga kepercayaan publik dan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, efisiensi anggaran, termasuk dalam pelaksanaan MBG, menjadi salah satu langkah yang dapat memperkuat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.
"Tadi kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah," kata Chatib.
Sementara itu, anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menyebut Prabowo juga menaruh perhatian pada efisiensi pelaksanaan program prioritas pemerintah. Menurut dia, terdapat ruang penghematan yang cukup besar dari sisi pelaksanaan MBG tanpa mengurangi tujuan utama program tersebut.
"Pak Presiden (Prabowo) tadi menyampaikan efisiensi anggaran ini akan dilakukan termasuk untuk program-program prioritas seperti MBG. Jadi tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi MBG," ujar Firman.
Firman menambahkan pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat penerimaan negara seiring upaya menjaga defisit fiskal dan menghadapi ketidakpastian ekonomi global.