DEN Sebut 87 Persen Dapur MBG Serap Pasokan Supplier Lokal

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 03:30 WIB
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis di†dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara,†Rabu (6/5/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026
Seto menjelaskan hal tersebut berdasarkan hasil survei independen yang dilakukan pihaknya dan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.(FOTO:Antara/Andri Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu membentuk ekosistem UMKM baru. Setidaknya 87 persen dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menyerap pasokan dari supplier kecil di sekitarnya.

Anggota DEN Septian Hario Seto menjelaskan hal tersebut berdasarkan hasil survei independen yang dilakukan pihaknya dan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebutkan survei dilakukan secara acak terhadap 800 titik SPPG untuk melihat apakah terdapat ekosistem rantai pasok (supply chain) baru yang terbentuk saat MBG berjalan. Adapun lokasi sampel tersebar di berbagai daerah, seperti Nias Selatan, Halmahera, sampai Papua agar dapat dianggap merepresentasikan kondisi keseluruhan SPPG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Survei MBG yang kami lakukan secara independen kami biayai sendiri terkait dengan terutama kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika MBG ini dijalankan," ujar Seto dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

Seto membeberkan dari hasil kajiannya berdampak positif, yakni sekitar 86,9 persen SPPG tidak hanya mempunyai satu supplier kecil. Namun, secara rata-rata setiap SPPG dapat menggandeng setidaknya tiga UMKM yang terdapat di sekitar lokasi SPPG.

"Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru," terangnya.

[Gambas:Youtube]

Lebih lanjut, ia menjelaskan sekitar 65 persen sektor UMKM pemasok MBG berada di daerah yang sama dengan lokasi SPPG tersebut. Seto menilai penemuan tersebut membuktikan bahwa justru UMKM di sekitar SPPG yang menjadi pemasok, bukan supplier besar.

Kemudian, Seto juga mengatakan hampir 99 persen tenaga kerja SPPG merupakan masyarakat di sekitar lokasi dapur MBG tersebut.

"Jadi ini kami juga melihat ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan (ekonomi) kita mencapai 5,61 persen ya," pungkasnya.

(fln/ins) Add as a preferred
source on Google