Kapasitas Smelter Freeport Capai 3 Juta Ton, Terbesar dalam Sejarah RI
PT Freeport Indonesia (PTFI) kini memiliki kapasitas fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) konsentrat tembaga hingga 3 juta ton per tahun setelah mengoperasikan dua fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur. Kapasitas tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah hilirisasi tembaga nasional.
Senior Vice President Government Relations PTFI Harry Pancasakti mengatakan smelter pertama dibangun sebagai bagian dari kewajiban perusahaan dalam perpanjangan Kontrak Karya yang mewajibkan pembangunan fasilitas pemurnian tembaga pertama di Indonesia.
"Dari kerja sama dengan Jepang, terbangunlah smelter pertama dan dioperasikan di tahun 1998 di Kabupaten Gresik," ujar Harry dalam acara Prime News CNN Indonesia TV, Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kapasitas smelter pertama yang semula sekitar 1 juta ton konsentrat per tahun kemudian ditingkatkan menjadi 1,3 juta ton per tahun.
Sementara itu, pembangunan smelter kedua merupakan amanat yang muncul setelah perubahan status Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 2018.
Hal itu sesuai mandat untuk membangun satu smelter lagi dengan kapasitas 2 juta ton.
Freeport kemudian membangun fasilitas baru berkapasitas 1,7 juta ton dan mengombinasikannya dengan ekspansi smelter lama menjadi 1,3 juta ton.
Dengan demikian, total kapasitas pemurnian yang dimiliki perusahaan kini mencapai 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
"Kombinasi dari kapasitas kedua smelter ini adalah 3 juta ton konsentrat per tahun yang dapat dimurnikan," ujar Harry.
Smelter terbaru Freeport diresmikan pada Rabu, 27 Juni 2024 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kala itu mengungkapkan smelter tembaga single line tersebut merupakan yang terbesar di dunia.
(ldy/sfr) Add
as a preferred source on Google