Komut Pertamina Luncurkan Kapal Pintar Pembersih Sampah Laut di Bali

Pertamina | CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 15:44 WIB
(Foto: dok Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) resmi meluncurkan kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer di Pantai Sekeh, Badung, Bali yang merupakan hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Rabu (10/6). Saat itu, juga dilakukan simulasi operasional kapal.

Peluncuran kapal "pintar" ini digelar bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah perairan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan menyatakan bahwa masalah sampah perairan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut, kesehatan, dan keindahan pariwisata perairan. Terlebih, sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali.

Pertamina bersama Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, Patra Jasa merespons tantangan dengan menggandeng ITS serta masyarakat pesisir untuk menginisiasi Kapal Autonomous Trash Skimmer. Kapal yang merupakan robot air cerdas ini dalam operasinya mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), sistem navigasi otonom, dan energi hybrid untuk "berburu" sampah secara mandiri maupun manual.

"Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai, jika pantai penuh sampah, maka daya tarik berubah jadi jijik. Selain itu juga dampaknya terasa oleh para nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut," tutur Mochamad Iriawan.

"Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, dimana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi," tambahnya.

Mochamad Iriawan menilai, pengelolaan sampah tak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional, sehingga dibutuhkan kolaborasi, edukasi, dan inovasi teknologi agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Kapal Autonomous Trash Skimmer merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya perairan yang lebih bersih dan sehat.

Sebagai langkah awal implementasi, Pertamina memilih kawasan The Patra Bali Resort & Villas, Kabupaten Badung, Bali sebagai lokasi pilot project pengoperasian Kapal Autonomous Trash Skimmer. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya aktivitas pariwisata pesisir yang memerlukan dukungan pengelolaan sampah secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.

Pada tahap awal, Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar wilayah operasi The Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai hingga sekitar 1 ton per tahun. Sementara untuk wilayah operasi TBBM Kotabaru, khususnya di Desa Semayap dan Desa Rampa di Kalimantan, program ini ditargetkan mampu membantu mengurangi timbulan sampah pesisir hingga sekitar 20 ton per tahun.

"Pemilihan lokasi pemasangan yang berada berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai, memiliki nilai strategis, karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," tutur Mochamad Iriawan.

Dengan panjang 8 meter dan desain lambung berstruktur catamaran dua lambung, kapal ini dilengkapi berbagai teknologi canggih seperti sensor ultrasonik, kamera GPS, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga sistem monitoring real-time yang memungkinkan kapal mendeteksi dan mengumpulkan sampah secara efisien.

Kapal menggunakan motor listrik yang didukung sistem hibrida dan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, yang mendukung prinsip operasi rendah emisi dan ramah lingkungan. Keunggulan lainnya, adalah keberadaan sistem jaring pengumpul sampah di bagian tengah kapal, mesin pencacah plastik untuk mendukung proses daur ulang, serta katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram yang memudahkan proses pengangkatan sampah.

"Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan di wilayah peisisir di seluruh Indonesia," kata Mochamad Iriawan.

Selain lokasi pilot project trash skimmer di AFT Ngurah Rai/Patra Jasa Bali dan FT Kotabaru di Kalimantan, lokasi-lokasi potensi pengembangan lainnya mencakup Integrated Terminal Cilacap, Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Ternate, Fuel Terminal Wayame, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Masohi, dan FT Labuan Bajo.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK