Prabowo: Tiga Tahun Lagi RI Benar-benar Sangat Kuat di Bidang Energi
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia sedang bergerak menuju swasembada energi. Ia menargetkan posisi yang jauh lebih kuat di sektor tersebut dalam tiga tahun ke depan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar energi global yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.
"Kita menuju swasembada energi. Kita sedang bekerja keras, perhitungan kita tiga tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," ujar Prabowo dalam Pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan tantangan ekonomi global saat ini tak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga banyak negara lain.
Menurut Prabowo, konflik geopolitik di sejumlah kawasan strategis dunia telah memberi tekanan terhadap rantai pasok dan pasar energi internasional.
Ia menyinggung situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan jalur pelayaran penting seperti Selat Hormuz dan Laut Merah, yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Kendati, Prabowo menilai RI memiliki modal yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Selain sektor energi, ia juga menyoroti capaian produksi pangan nasional yang menurutnya semakin memperkuat ketahanan ekonomi domestik.
"Kita sekarang sudah swasembada pangan. Jangan kau anggap pangan itu tidak penting. Tanpa pangan tidak ada republik manapun di dunia ini," ujarnya.
Perkuat Hilirisasi
Pemerintah saat ini juga menyiapkan langkah lanjutan melalui industrialisasi dan hilirisasi berbagai komoditas dalam negeri.
Kebijakan tersebut ditujukan agar nilai tambah sumber daya alam dapat dinikmati di dalam negeri melalui pengembangan industri nasional.
Ia mengatakan seluruh komoditas strategis Indonesia akan diolah menjadi produk industri sehingga dapat membuka peluang usaha dan investasi baru.
"Kita akan melakukan industrialisasi melalui hilirisasi. Semua komoditas kita akan kita olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia," katanya.
Prabowo menilai penguatan sektor energi, pangan, dan industri menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika pasar energi dunia kembali bergejolak.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik hampir 1 persen ke level US$92,29 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik menjadi US$88,97 per barel setelah serangan militer AS ke Iran dan menyusutnya persediaan minyak mentah AS.
Di dalam negeri, PT Pertamina Patra Niaga juga resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Mulai Rabu (10/6), harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17 ribu per liter.
(del/sfr) Add
as a preferred source on Google