12 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih Rampung, 1.061 Sudah Beroperasi

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 17:15 WIB
Pemerintah menyatakan pembangunan fisik 12.232 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah rampung hingga awal Juni 2026. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyatakan pembangunan fisik 12.232 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah rampung hingga awal Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.061 unit di antaranya sudah beroperasi dan mulai melayani masyarakat di sejumlah daerah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan perkembangan pembangunan Kopdes Merah Putih terus berjalan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

"Hingga 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 unit Kopdes Merah Putih telah beroperasi, tersebar di dua provinsi, yaitu 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah," ujar Qodari dalam keterangan resmi, Rabu (10/6).

Menurut dia, seluruh gerai yang telah beroperasi tersebut diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei lalu.

Qodari menjelaskan pembangunan Kopdes Merah Putih saat ini masih terus berlangsung di berbagai daerah. Berdasarkan data PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), terdapat 23.010 titik yang sedang dalam proses pembangunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.232 gerai telah selesai dibangun secara fisik dan kini memasuki tahap persiapan operasional.

"Sebanyak 12.232 gerai di antaranya telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahap persiapan operasional," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan total 80 ribu unit koperasi desa hingga 2029. Saat ini sekitar 70 ribu unit lainnya masih berada dalam tahap pembangunan maupun pemetaan lahan.

Qodari mengatakan berdasarkan informasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 20 ribu titik koperasi desa ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus 2026.

Ia menjelaskan Kopdes Merah Putih dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang menjalankan tiga fungsi utama, yakni produksi, distribusi, dan layanan masyarakat.

Dari sisi produksi, koperasi berfungsi sebagai offtaker hasil pertanian sehingga petani memiliki kepastian pasar dan tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak.

Sementara dari sisi distribusi, koperasi akan menjadi pusat logistik desa yang menyalurkan barang bersubsidi maupun non-subsidi hingga ke wilayah pelosok dengan dukungan jaringan PT Pos Indonesia.

"Dari sisi layanan, Kopdes Merah Putih berfungsi sebagai titik penyaluran bantuan sosial, pusat distribusi keuangan bersubsidi, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM desa," ujar Qodari.

Selain fungsi ekonomi, pemerintah juga mengklaim kehadiran Kopdes Merah Putih dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Sebagai contoh, minyak goreng Minyakita yang di pasaran dijual sekitar Rp21 ribu per kemasan disebut dapat diperoleh di koperasi desa seharga Rp15.700 per pouch.

Adapun LPG 3 kilogram dijual Rp16 ribu atau lebih rendah sekitar Rp4.000 dibandingkan rata-rata harga di agen swasta.

"Selisih harga ini bukan sekadar angka, melainkan stimulus ekonomi mikro yang nyata bagi jutaan keluarga desa," ujarnya.

Ke depan, pemerintah berencana melengkapi setiap unit KDKMP dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gerai sembako, gudang logistik, layanan simpan pinjam, apotek, hingga klinik kesehatan.

( del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK